Chico Jericho Alami Hal Ini di Film The Last Melody

JagatBisnis.com – Bintang film, Chico Jericho wajib melakukan akting tanpa dialpg di fim pendek bertajuk The Last Melody. Beliau berterus terang terkini awal kal menempuh syuting dengan karakter dan film yang demikian. Hasilnya, Chico merasa lebih tertantang.

“ Belum sempat, ini awal kali. Asyik sih, artinya experience yang berlainan lah. Artinya gimana caranya kita wajib men- deliver tanpa wajib gunakan perkata,” tutur Chico Jericho saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat baru- baru ini.

Chico merasa akting dalam kediaman memiliki tantangan tertentu. Beliau berupaya semaksimal mungkin supaya meyampaikan perasaan melalui bahasa badan, mulai dari tangan, bentuk wajah sampai cahaya mata. Tidak hanya itu, Chico Jericho mengalami tantangan lain.

“ Challenging- nya itu merupakan dengan durasi yang sedemikian pendek, gimana caranya wajib jadi. Apalagi terkini awal kali bertemu tallent yang terkini awal kali pula bermain,” ucap Chicco Jericho.

Dalam film ini, Chico Jerikho bentrok akting dengan Helen Gumanti, yang berfungsi sebagai istrinya. Chico memerankan seorang suami yang mau memahami si istri. Untuk Helen, The Last Melody jadi buatan film pertamanya.

The Last Melody menceritakan tentang seorang pianis terkenal yang jadi korban toxic relationship. Ia akhirnya memberontak dari suaminya, tetapi perlawanannya berdampak parah.

Sutradara film Rukiki Mariana mengatakan melalui film pendek The Last Melody, ia mau memberi perspektif tentang psikologis health dan toxic relationship. Terdapat sebuah catatan yang coba disampaikan Rukiki pada penontonnya.

“ Ikatan asmara seharusnya membuat senang. Bukan merusak psikologis dan merampas kenyamanan benak. Kala ikatan sudah membuat kita lemas tak berakal, merasa kurang baik ataupun bersalah bahkan membuat kita meragukan diri kita sendiri, artinya kita terjebak dalam sebuah toxic relationship,” tutur Rukiki.

Rukiki pula melayankan suatu yang berlainan dengan meniadakan perbincangan lisan dalam film ini. Dengan kehabisan perbincangan, sutradara wajib sanggup menyampaikan catatan dengan cara utuh melalui adegan- adegan film.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button