Bupati Ditangkap KPK, Pemkab dan DPRD Probolinggo Pilih Bungkam

JagatBisnis.com – Sejumlah administratur di area Penguasa Kabupaten Probolinggo dan arahan DPRD setempat diam hal peristiwa pembedahan ambil tangan oleh Komisi Pemberantasan Penggelapan (KPK) kepada Bupati Probolinggo Puput Tantriana Ekstrak.

Delegasi Bupati Probolinggo H. A. Mencuat Prihanjoko dan Kepala Diskominfo Probolinggo Yulius Christian tidak menanggapi panggilan telepon walaupun dihubungi berkali- kali, pula tidak membalas saat dikonfirmasi melalui catatan pendek.

Berita Terkait

Arahan DPRD Probolinggo saat dikonfirmasi per telepon untuk dimintai asumsi terkait dengan penahanan Bupati Probolinggo pula tidak menanggapi.” Maaf aku masih rapat,” tutur Delegasi Pimpinan DPRD Probolinggo Oka Mahendra Asli Bunga dalam catatan singkatnya.

Atmosfer di Kantor Bupati Probolinggo dan rumah dinas Bupati Puput Tantriana Ekstrak nampak hening usai pembedahan ambil tangan yang dilakukan interogator lembaga antirasuah di Kabupaten Probolinggo itu.

Informasi yang dikumpulkan di alun- alun, interogator KPK pula membekuk suami Bupati Probolinggo yang pula Delegasi Pimpinan Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin di rumah itu.

Penahanan orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo itu diduga berkaitan dengan dugaan jual beli kedudukan di area Pemkab Probolinggo.

Eksekutif Kewajiban Ahli Ucapan KPK Ali Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan terdapat sekitar 10 orang yang dibekuk, di antara lain kepala wilayah, sebagian ASN Pemkab Probolinggo, dan pihak- pihak terkait yang lain.

Saat ini, tutur ia, tim KPK masih meminta keterangan pada pihak- pihak yang dibekuk itu dan setelah itu dalam durasi 1×24 jam KPK segera memastikan tindakan kepada hasil kegiatan pelacakan.

” Hingga saat ini tim KPK dan pula pihak- pihak yang dibekuk itu masih terletak di Jawa Timur. Kemajuannya akan senantiasa kita informasikan pada warga,” tuturnya.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button