Bolehkah Berolahraga di Bulan Ramadan?

JagatBisnis.com –  Berpantang di bulan bersih Ramadhan bukan jadi sebuah hambatan untuk tetap melakukan kegiatan berolahraga.

Bagi Ahli Ilmu Berolahraga Klinis Unit Ilmu Medis Raga dan Rehabilitasi Medik Fakultas Medis Universitas Padjajaran( Unpad) Deta Tanuwidjaja, minimnya aktivitas berolahraga selama bulan bersih Ramadhan ditambah masih menjalarnya endemi Covid- 19 malah bisa tingkatkan resiko terkena peradangan dalam skala sedang bahkan sampai besar.

Olahraga selama bulan puasa memang direkomendasikan, sebenarnya sepanjang ini memang tidak terdapat pantangan selama bulan puasa kita untuk olahraga.

Memang ada sebuah perbandingan kala olahraga di bulan puasa dengan olahraga di hari- hari lazim. Perihal ini karena ada bentang durasi di mana badan kita ada kekurangan nutrisi dan larutan.

Tetapi, dengan pengurusan manajemen nutrisi dan manajemen durasi yang bagus untuk melakukan berolahraga, perihal itu tidak akan jadi sebuah halangan untuk kita untuk lalu olahraga di bulan bersih Ramadhan.

Kala berpantang, kita wajib menahan lapar dan dahaga kurang lebih selama 12 jam. Oleh karena itu tidak hanya mencermati durasi yang bagus untuk olahraga selama berpantang, kita pula butuh mencermati konsumsi santapan dan nutrisi yang dibutuhkan badan selama kita berpantang.

Tidak hanya itu, biasanya jatah makan seseorang selama berpantang pula bisa akan berbedea dengan hari biasanya. Tetapi upayakan untuk senantiasa melindungi pola makan dengan mencermati konsumsi nutrisi yang masuk ke dalam badan, tidak berlebih dan pula tidak kekurangan, dan pula mengkonsumsi santapan yang mengandung zat vitamin karbohidrat, protein, lemak, vit, dan mineral untuk penuhi kebutuhan zat vitamin yang perlukan badan selama bulan bersih Ramadan.

Terdapat sebagian opsi durasi selama bulan puasa untuk melakukan berolahraga.

  1. Setelah sahur

Berolahraga yang direkomendasikan setelah kita melakukan sahur merupakan olahraga- olahraga yang terhitung lumayan enteng semacam jogging atau konsentrasi. Bagi Deta Tanuwidjadja, durasi dinihari ataupun setelah sahur ialah situasi kala badan sudah menyambut konsumsi nutrisi dan ion tetap dikelilingi dengan molekul dari makan sahur.

2. Menjelang berbuka puasa

Durasi ini ialah durasi yang bagus untuk kita melakukan olahraga- olahraga yang enteng, tetapi ditambah dengan sedikit penguatan otot. Berolahraga hendaknya dilakukan paling tidak 30– 60 menit menjelang durasi berbuka puasa karena mendekati durasi makan.

3. Setelah Doa Tarawih

Di durasi ini ialah durasi terbaik untuk melakukan kegiatan berolahraga, karena setelah doa Isya, santapan yang disantap setelah berbuka puasa sudah tercerna dengan bagus.

Kasus yang pula kerap timbul kala olahraga yakni kehilangan cairan tubuh. Kehilangan cairan tubuh kerap terjadi kala menempuh kegiatan berolahraga, apalagi dilakukan kala sedang berpantang. Untuk menghindari perihal itu terjadi, konsumsi larutan yang masuk ke dalam badan pula wajib senantiasa diperhatikan. Sangat tidak, larutan yang wajib disantap badan setiap harinya merupakan 1, 5 sampai 2 liter per hari.

Tidak hanya itu, pula dianjurkan untuk menghalangi melakukan aktivitas raga di siang hari untuk menghindari terbentuknya kehilangan cairan tubuh. Melakukan berolahraga yang menghasilkan banyak keringat di siang hari saat puasa bisa menyebabkan kehilangan cairan tubuh karena larutan badan lenyap melalui keringat.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button