Bekerja Sama dengan Kementerian/Lembaga, Bea Cukai Tumbuhkan Geliat Ekspor Daerah

JagatBisnis.com  – Pandemi Covid-19 membuat seluruh negara di dunia mengalami pelemahan ekonomi dan perdagangan, tak terkecuali Indonesia. Oleh sebab itu, Bea Cukai kian gencar menumbuhkan geliat ekspor daerah sebagai cara instansi ini dalam mendongkrak ekspor nasional dan mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, pada Selasa (02/03), yang juga mengatakan bahwa saat ini Bea Cukai tengah bekerja sama dengan kementerian/lembaga lainnya untuk melaksanakan langkah strategis dalam menumbuhkan geliat ekspor di daerah.

Di Gresik, Jawa Timur, pada tanggal 17 Februari 2021 Bea Cukai bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Kantor Wilayah Jawa Timur menggelar diskusi yang membahas program pembiayaan ekspor kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Disebutkan Sudiro, kedua pihak menyadari besarnya potensi UMKM di Indonesia dalam mendorong ekspor, maka keduanya bersinergi untuk mendorong ekspor UMKM.

“Bea Cukai memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk serta pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPnBM (pajak pertambahan nilai atas barang mewah) atas impor bahan baku yang diperlukan UMKM, dan memberikan kemudahan prosedur dalam pelaksanaan realisasi ekspor. Dari sisi pembiayaan, LPEI membantu UMKM dengan memberikan akses pendanaan yang mudah, murah dan dengan suku bunga kompetitif, bagi UMKM yang membutuhkan modal kerja maupun investasi dalam rangka ekspor,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua pihak berencana akan menyelenggarakan sosialisasi kepada UMKM di Gresik dan Lamongan dengan menghadirkan narasumber dari LPEI. “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, potensi UMKM untuk ekspor dapat terus meningkat,” harap Sudiro.

Peningkatan ekspor oleh pelaku UMKM di daerah juga dibantu Bea Cukai melalui pelaksanaan forum Pemerintah Daerah se-Madura bersama Atase Keuangan KBRI Singapura, Deni Surjantoro dan Atase Perdagangan KBRI Singapura, Rumaksono. Forum yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2021 secara daring ini mengangkat tema “Gali Potensi Ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM) Madura”.

Sudiro mengatakan dalam forum tersebut pihak KBRI menjelaskan bahwa Singapura merupakan hub bisnis di Asia, hub keuangan, dan hub komoditas. Ekspor ke Singapura tentunya menjadi tantangan tersendiri dan peluang besar bagi para IKM unggulan daerah yang berpotensi besar memperluas pasarnya ke internasional.

Ia pun berpendapat produk industri kreatif sangat perlu didorong untuk merambah pasar singapura, “Tentunya tetap harus didukung dengan promosi dan pengemasan produk sehingga menarik. Business to Business (B2B) Matching perlu dilakukan untuk mempertemukan IKM dengan calon pembeli (buyer). Diharapkan forum tersebut menjadi titik awal langkah sinergi bersama untuk mengangkat IKM berani ekspor dan memulihkan ekonomi mereka sebagai satu dari sebagian besar program pemulihan ekonomi nasional, karena ekspor itu mudah.”

Upaya Bea Cukai dalam menumbuhkan geliat ekspor daerah dengan menggandeng kementerian/lembaga lainnya juga tercermin dari dukungan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Utara terhadap Program Beli Kreatif Danau Toba. Dalam program yang diluncurkan secara daring oleh Presiden Jokowi pada tanggal 20 Februari 2021 ini, Bea Cukai berkolaborasi dengan instansi teknis dan pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung upaya pemberdayaan UMKM.

“Program tersebut terselenggara atas kerja sama Bea Cukai dan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tujuannya ialah untuk mendukung pelaku UMKM, khususnya di daerah Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi super prioritas untuk siap ekspor melalui asistensi, bimbingan teknis, dan mediasi. Hal ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi,” ungkap Sudiro.

Mediasi antara calon eksportir dengan instansi-instansi pemerintah dan juga BUMN perihal perdagangan antarnegara juga menjadi salah satu wujud upaya Bea Cukai dalam menumbuhkan geliat ekspor daerah. Di Timika, Bea Cukai memprakarsai pertemuan instansi-instansi pemerintah dan swasta dengan calon eksportir baru dalam rangka asistensi ekspor, pada tanggal 1 Maret 2021. Tercatat instansi yang terlibat adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Timika serta BKIPM Jayapura, PT Pelindo 4, PT Pelni Cabang Timika, dan Bank Indonesia.

“Bea Cukai Timika mengadakan sosialisasi tersebut dalam bentuk webinar yang dilaksanakan lewat media Zoom Meeting. Sosialisasi dilakukan dalam rangka mediasi antara calon eksportir dengan instansi-instansi pemerintah dan juga BUMN yang membahas perdagangan antarnegara. Sebagai garda terdepan di bidang ekspor impor, Bea Cukai Timika telah berinisiatif untuk melakukan mediasi ini agar dapat memudahkan sang eskportir untuk dapat memenuhi persyaratan dan hal-hal teknis yang diperlukan untuk melakukan ekspor,” jelas Sudiro.

Ia menambahkan webinar yang bertajuk “Menggali Potensi Ekspor Komoditi Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mimika” ini juga dihadiri oleh para calon eksportir seperti perwakilan dari CV Seafood Sejahtera Papua, badan usaha yang bergerak dalam bidang makanan hasil laut, mulai dari penangkapan hingga penjualan, yang berencana melakukan ekspor perdananya. “Perusahaan tersebut menyampaikan keinginannya untuk melakukan ekspor makanan beku ke Malaysia, Thailand, hingga Tiongkok, dengan target jangka panjangnya dapat melakukan ekspor ke benua Eropa.

Sudiro menambahkan Bea Cukai berharap perusahaan dapat melakukan ekspor perdananya di tahun ini dan Bea Cukai Timika dapat menjadi inisiator sinergisitas instansi di Kabupaten Mimika dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button