Bea Cukai Terus Berikan Asistensi Untuk Gali Potensi Ekspor Dari Berbagai Daerah

JagatBisnis.Com – Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai trade facilitator, Bea Cukai terus menggali potensi ekspor dari berbagai daerah. Pada kesempatan ini, Bea Cukai melaksanakan asistensi ekspor kepada penggiat IKM di Madura pada Jumat (26/02) lalu.

Bersinergi dengan KPP Pratama Pamekasan pada kegiatan ini dilaksanakan pula asistensi pembuatan NPWP bagi pengusaha IKM. “Setelah semua dokumen lengkap, para pengusaha akan diberi asistensi pengisian modul ekspor yang menjadi salah satu syarat untuk melaksanakan ekspor,” ungkap Yanuar Calliandra, Kepala Kantor Bea Cukai Madura.

Selain itu, Bea Cukai Madura juga menyelenggarakan sosialisasi Gali Potensi Ekspor IKM Madura yang bertempat di aula kantor. Hadir sebagai peserta pada kegiatan ini adalah penggiat IKM dan UKM dari Pamekasan dan Sumenep, sekaligus membawa sampel produknya untuk diperkenalkan.

Pada kegiatan ini dijelaskan tentang tata laksana dan ketentuan ekspor, serta akses kepabeanan ekspor pada Nomor Induk Berusaha bagi IKM yang berorientasi ekspor. “Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, kita akan bentuk tim Klinik Ekspor untuk memfasilitasi pengguna jasa dalam merealisasikan ekspor. Ini adalah bentuk dukungan kami, Bea Cukai Madura demi meningkatkan geliat ekspor dari daerah,” pungkas Yanuar.

Sementara itu, Bea Cukai Ambon terus menggali potensi ekspor biji pala (myristica fragrans) yang terkenal sebagai rempah-rempah dari bumi Maluku mengandung banyak manfaatnya. Pala sebagai komoditi ekspor memang banyak diminati baik dari negara Eropa maupun Asia, akan tetapi belum pernah tercatat sebagai hasil ekspor dari Maluku.

Dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan, diselenggarakan pertemuan yang membahas tentang percepatan ekspor pala dari Maluku. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait yang tergabung dalam Tim Percepatan Ekspor Maluku, dan CV. Mainusu Petra Kastanya sebagai calon eksportir.

Dalam kesempatan ini Saut Mulia, Kepala Kantor Bea Cukai Ambon, menyampaikan, “Mainusu dan Kamboti bisa kita dorong ekspornya dari Maluku, posisi Bea Cukai memfasilitasi agar eksportasinya tercatat di Provinsi Maluku, sehingga dapat menyumbang devisa ekspor bagi Provinsi Maluku. Kami berharap, ekspor dapat terlaksana dalam waktu dekat.”

Bea Cukai Gorontalo bersama Badan Karantina Pertanian Gorontalo juga melakukan pendalaman potensi ekspor ke PT. Linas Berkah Abadi, yang memproduksi komoditas srang burung walet. “Saat ini kapasitas produksi sarang sebanyak 200-300 kilogram dengan hasil bersih sekitar 20 kilogram. Ada juga yang akhirnya kami jual kotor karena keterbatasan sumber daya manusia untuk membersihkan,” ungkap Cahyo, Manajer PT. Linas Berkah Abadi.

Dari pendalaman ini, diharapkan potensi ekspor di Provinsi Gorontalo dapat dipetakan dengan baik dan dukungan maksimal dapat diberikan untuk merealisasikan kegiatan ekspor dari Provinsi Gorontalo.

Pada kesempatan ini pula, bersinergi dengan Karantina Pertanian Biak, Bea Cukai berupaya menggali potensi ekspor hasil pertanian Kabupaten Biak Numfor. Tim Penggalian Potensi Ekspor yang dipimpin oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Toto Raharjo bersama petugas dari kantor Karantina Pertanian Biak melakukan peninjauan lapangan untuk menggali informasi terkait potensi ekspor atas produk pertanian jahe merah dan jahe putih yang berlokasi di Distrik Warsansa, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai Biak dan Karantina Pertanian Biak mengenalkan tugas dam fungsi masing-masing instansi dan mengajak para petani untuk mengembangkan hasil produksi pertanian yang berorientasi ekspor. “Semoga ke depannya, akan banyak produk hasil pertanian dari Kabupaten Biak Numfor yang dapat menembus pasar ekpor agar perekonomian daerah semakin bergairah,” harap Budi Prasetiyo, Kepala Kantor Bea Cukai Biak.

Bea Cukai Jayapura pun bersinergi dengan Karantina Pertanian Kelas I Jayapura melakukan asistensi kepada tiga perusahaan Crude Palm Oil (CPO) di Jayapura, yaitu PT. Tandan Sawita, PT. Sinar Mas, dan PT. Rimba Matoa Lestari.

Berdasarkan asistensi tersebut, ketiga perusahaan mengungkapkan beberapa kendala yang dialami untuk melakukan ekspor langsung, antara lain belum adanya pembeli dari luar negeri dan infrastruktur yang masih kurang memadai.

“Bea Cukai Jayapura siap menjadi jembatan bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspor langsung dari Papua, kami memberikan fasilitas berupa asistensi melalui klinik ekspor sebagaimana sudah berjalan. Kami berharap produk CPO ini dapat pasar di dunia internasional, dan dapat memajukan ekonomi daerah,” pungkas Jitu Laksono, Kepala Seksi PKCDT Kantor Bea Cukai Jayapura.(hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button