Bea Cukai Perkuat Integritas, Kali Ini di Wilayah Jawa Timur

JagatBisnis.com – Menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor SE-5/BC/2021 tentang Program Penguatan Integritas Pegawai di Lingkungan DJBC, beberapa kantor di Jawa Timur telah melakukan berbagai kegiatan guna menguatkan integritas para pegawainya.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman, mengatakan bahwa Bea Cukai berkomitmen untuk terus meningkatkan integritas seluruh jajaran di seluruh daerah. “Program penguatan integritas dicanangkan di seluruh Kantor Bea Cukai, bukan berarti Bea Cukai belum memiliki landasan utama integritas, melainkan integritas yang sudah terdapat di institusi ini, kami pelihara dan kuatkan,” imbuhnya.

Di Pasuruan, Bea Cukai Pasuruan kembali menggelar acara monitoring dan evaluasi (monev) penguatan integritas secara langsung dan daring, Kamis (07/10). Dalam acara tersebut, Bea Cukai Pasuruan turut menghadirkan Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kanwil Bea Cukai Jatim I, Yanti Sarmuhidayanti, sebagai narasumber.

Sejalan dengan Pasuruan, juga mengundang Yanti Sarmuhidayanti, Bea Cukai Gresik menggelar rapat penguatan integritas secara tatap muka di Aula Kantor Bea Cukai Gresik, Rabu (06/10). Dalam kegiatan ini, Bea Cukai Gresik menekankan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam penguatan integritas para pegawaianya. Hal ini ditunjukkan dengan telah dibentuknya Tim Satuan Tugas Integritas untuk melakukan pemetaan titik rawan integritas, internalisasi sikap dasar kepada pegawai hingga kampanye anti gratifikasi.

“Penguatan integritas bukan hanya tugas Seksi Kepatuhan Internal, tapi tugas setiap pegawai, mari kita perbaiki dari hal kecil dan mendasar. Setiap pegawai dituntut mampu mengembangkan kompetensi, beradaptasi dengan perubahan, dan menolak segala bentuk gratifikasi,” ujar Yanti.

Kemudian di Banyuwangi, meningkatkan kualitas pegawai di lingkunganya, dengan tajuk “Kinerja Berkualitas Integritas Identitas”, Bea Cukai Banyuwangi melaksanakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Pegawai (PKP) dengan topik Pengelolaan Kinerja dan Sistem Pengendalian Intern, Kamis (14/10). Dalam PKP ini, dijelaskan terkait pentingnya Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai ukuran kinerja pegawai dalam mendukung kinerja organisasi.

“Dalam meningkatkan kualitas pegawai, perlu dilakukan 4 hal, yaitu, pemahaman pegawai terhadap tugas dan fungsi, kepedulian pegawai dalam meningkatkan kualitas kinerja, melakukan perbaikan dan asistensi secara kontinu, dan komitmen pimpinan dalam pengukuran dan manajemen kinerja yang berkualitas,” pungkas Firman.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button