Bea Cukai Banyuwangi Turut Lepas Ekspor 1 Ton Koral ke Hongkong

JagatBisnis.com – Bea Cukai Banyuwangi kembali memfasilitasi ekspor produk laut sebanyak satu ton hasil budidaya koral melalui Bandara Internasional Banyuwangi tujuan Hongkong.

Ekspor ini dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Dalam sambutannya, Ipuk menyampaikan optimismenya bahwa ekspor Banyuwangi dapat terus meningkat. Hal ini tak terlepas dari kolaborasi instansi di Banyuwangi yang mendukung pemulihan perekonomian di Banyuwangi, tak terkecuali di sektor ekspor. Ipuk juga mengajak masyarakat Banyuwangi untuk berani menjadi eksportir-eksportir baru.

“Pemda Banyuwangi mengucapkan terima kasih atas inovasi layanan klinik ekspor yang diinisasi oleh Bea Cukai Banyuwangi. Saya berharap inovasi yang sama juga dapat dibuka oleh instansi lainnya,” tutur Ipuk.

Ia juga berharap masyarakat Banyuwangi dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Bea Cukai Banyuwangi ini, sehingga masyarakat daapt kemudahan untuk mengekspor produknya.

“Pelepasan ekspor koral milik CV Baruna Jaya dan UD Srikandi Aquarium ini juga merupakan sinergi dengan Karantina dan Pemkab sehingga untuk pertama kalinya bisa ekspor sebanyak satu ton dari Bandara Banyuwangi,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi, Dominica Roesdiati.

Dominica menjelaskan, klinik ekspor adalah layanan yang dibuka oleh Bea Cukai Banyuwangi secara gratis bagi para pelaku usaha yang telah atau baru akan memulai ekspor. Melalui layanan ini, eksportir dan calon eksportir akan diberikan asistensi terkait registrasi ekspor, prosedur ekspor, fasilitas/insentif ekspor, hingga dipertemukan dengan instansi terkait serta pelaku usaha lainnya.

“Klinik Ekspor dapat dijangkau melalui layanan whatsapp kantor Bea Cukai Banyuwangi 081133388333, media sosial kantor Bea Cukai Banyuwangi, atau dapat langsung mengunjungi Kantor Bea Cukai Banyuwangi,” ujar Dominica.

Menurut Dominica, kolaborasi antara Bea Cukai, Pemda Banyuwangi, dan instansi terkait lainnya berhasil memperlihatkan bukti nyata konsistensi dan kesiapan Bandara Internasional Banyuwangi untuk ekspor langsung.

Tercatat hingga tahun 2020, eksportir Banyuwangi masih harus mengirimkan barangnya ke luar negeri melalui Surabaya atau Bali. Hal tersebut mengakibatkan biaya pengiriman yang sangat besar dan risiko penurunan kualitas barang ekspor.

“Dengan siapnya Bandara Banyuwangi untuk ekspor langsung, pelaku eksportir di Banyuwangi tidak perlu khawatir lagi akan tingginya biaya ekspor dan penurunan kualitas barang,” pungkasnya. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button