Bakal Dipolisikan UAH Gegara Fitnah Tilep Donasi Palestina, Buzzer Ini Malah Nantang Balik

JagatBisnis.com –  Pedakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) difitnah menggelapkan dana hasil donasi untuk Palestina sebesar Rp30 miliar oleh pegiat media sosial, Eko Kuntadhi. Eko melalui akun twitternya @eko_kuntadhi menyebut dari total Rp60 miliar yang terkumpul hanya diserahkan senilai Rp14 miliar.

“Alhamdulillah. Terlumpul Rp60 M. Diserahkan Rp14 M,” cuit Eko pada Selasa (25/5/2021) lalu.

Menanggapi hal ini, UAH pun geram. Tak tanggung-tanggung, dia pun sudah menyiapkan pengacara untuk melaporkan pihak yang melakukan fitnah terhadapnya terkait donasi bantuan dana untuk Palestina.

“Jangan ganggu singa yang sedang berzikir. Kalau sudah mengaum, itu akan sangat sulit untuk dihentikan,” kata Adi Hidayat dalam video bertajuk “Masih Mau Audit! Ini Laporannya!, Senin (31/5/2021).

“Saya tegaskan itu bukan rencana, tapi memang hal yang sudah kami siapkan. Sekarang sedang distrukturisasi bagaimana delik-delik hukum yang sesuai dengan akun-akun yang bersangkutan,” katanya.

UAH menduga akun-akun yang menyudutkan dirinya terkait donasi untuk rakyat Palestina telah memberikan informasi keliru, membuat kegaduhan serta menimbulkan fitnah. Itu dapat dilihat dari gambar, narasi, atau framing berita tertentu yang disebarkan di medsos.

“Kami pantau sudah ada jejak-jejakk digital di masa lalu yang terlihat juga itu Insya Allah saya ingin tegaskan, saya bukan ustadz, bukan ulama yang cuma mengajar, tapi kita Insya Allah sangat profesional kita punya tim riset, tim IT, jadi orang-orang yang sering membuat iseng atau berniat sengaja menjatuhkan, atau misalnya mohon maaf ya membuat satu berita untuk mengesankan citra buruk, men-downgrade seseorang itu Insya Allah sudah ada jejak-jejaknya,” tuturnya.

UAH tidak ingin di tengah kesulitan yang mendera bangsa ini karena pandemi Covid-19, masalah ekonomi, dan menciptakan stabilitas politik, ada akun-akun yang justru membuat gaduh serta menghambat proses bangsa untuk bangkit.

“Saya kira kita penting bersatu, saya sampaikan ke seluruh murid saya di lapisan Sabang sampai Merauke, juga teman-teman yang satu chemistry kita semua bersinergi untuk bisa menghentikan hal-hal semacam ini. Saatnya kita hidup damai, tentram, bagi orang-orang yang mau kedamaian, tapi kalau masih ngeles, masih merasa biasa, masih tertawa-tawa dalam kesalahan yang tidak mau disadari, maka alangkah baiknya kita menegakan keadilan,” tegasnya.

UAH pun yakin jika laporannya sudah masuk, maka Kepolisian akan memprosesnya secara baik dan profesional. Apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan tagline PRESISI. Ia juga meminta masyarakat tidak menduga-duga penanganan kasus ini.

“Karena ini sudah keterlaluan, ada akun (YouTube) Suara Istana seakan-akan orang persepsinya dari Istana, padahal kita kroscek ke Istana pun mengatakan ini tidak ada kaitan sama sekali tidak ada hubungan, kemudian ada konten-konten yang membenturkan kita dengan pemeluk agama lain, ini sudah bahaya situasinya, jadi walaupun disadari atau tidak motifnya apapun diingatkan tidak klarifikasi kemudian seakan ingin menguatkan, kita tidak dalam konteks kuat-kuatan, kita dalam konteks menegakan hukum dan ini akan diuji di pengadilan,” ucapnya.

“Sekali lagi tolong jangan siapkan materai karena saya sudah punya banyak materai, ini harus kita uji dengan baik seingga konstruksi hukunya jelas dan kita mendapatkan keadilan, dan pada akhirnya hal-hal semaca ini bisa hilang dari bumi Indonesia,” tambah UAH.

Sementara itu, merasa dirinya akan dilaporkan ke polisi, Eko malah balik menantang. “Hahahaha. Twit kayak gini dilaporin polisi. Sensi amat!” tulis Eko dalam cuitanmya dikutip Senin (30/5/2021).

Di cuitan yang lain, dia menjelaskan bahwasanya secara logika, siapapun yang mengumpulkan dana publik harus siap ditanyain publik. Menurutnya, kemana dana tersebut disalurkan harus dipaparkan secara terbuka.

“Kalau ditanyain malah baper, ya enggak usah ngumpulin duit dari publik. Rogoh dari kantong sendiri aja,” jelas Eko.

Selain itu, kata Eko keteebukaan publik amat penting karena bisa saja dana itu disalahgunakan. Salah satu contohnya dengan cara menyalurkan kepada lembaga yang bersimpati pada teroris di Suriah. Di samping itu, sambung Eko para teroris di-support oleh Israel.

“Sama aja memberi amunisi buat menghancurkan Palestina lewat pintu belakang,” tandasnya.

Sebelumnya, UAH dan timnya berhasil menggalang donasi kurang lebih Rp30 miliar untuk rakyat Palestina. Penyaluran dana terbagi dalam tiga hal. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan mendesak Palestina yang saat ini sedang di agresi oleh Israel. Kedua, donasi tersebut telah diberikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) lalu diberikan langsung untuk Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun. Ketiga, donasi digunakan untuk mendukung pendidikan warga Palestina yang studi di Indonesia.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button