Bahayakah Cuci Hidung dengan Larutan Garam?

JagatBisnis.com – Seluruh cara dilakukan sejumlah warga, untuk mencegah supaya tidak terhampar COVID- 19. Salah satunya dengan cara membilas ataupun membersihkan hidung dengan menggunakan air garam. Apakah itu, mematikan kesehatan?.

Eksekutif Kewajiban( Plt) Kepala Dinas( Kadis) Kesehatan Sumatera Utara, dokter Aris Yudhariansyah menjelaskan, pintu masuk virus Corona ke dalam badan bukan cuma dari hidung.

” Itu cuma upaya- upaya sangat tidak cuma melindungi salah satu pintu saja. Untuk efektifitasnya pula tak dapat kita yakini kalau itu dapat menolak virus untuk masuk masuk ke sana. Itu cuma salah satu usaha mensterilkan salah satu pintu masuk virus ke badan orang,” cakap Aris pada reporter di Area, Jumat 20 Agustus 2021.

Membersihkan, membilas atau membasuh hidung dengan air garam ataupun air sodium klorida ialah cara lama untuk menyembuhkan penyakit hidung semacam sinusitis, rhinitis, peradangan saluran pernafasan atas.

Cara itu efisien untuk menanggulangi hidung tersendat dan alergi karena air garam dapat mensterilkan alergen, cairan pekat, yang bisa melembabkan epidermis cairan pekat.

Aris yang pula berprofesi sebagai Ahli Ucapan( Jubir) Satgas COVID- 19 Sumut, mengatakan faktor orang terhampar COVID- 19 melalui saluran pernafasan saja, ialah hidung. Tetapi, dapat masuk melalui mata dan hidung.

” Tetapi pantas dicatat merupakan pintu masuk itu bukan cuma dari hidung dapat dari mata dapat dari mulut,” cakap Aris.

Aris menjelaskan di dalam gerong hidung ada saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Beliau mengatakan, bila kegiatan membersihkan hidung dengan air garam tidak dilakukan oleh orang handal dapat berdampak parah.

Aris tidak menganjurkan warga untuk melakukan membilas ataupun membersihkan hidung dengan menggunakan air garam dengan cara berkepanjangan. Karena, akan berakibat dengan kesehatan.

” Oleh banyak orang yang tidak handal mencuci hidung dengan cara yang tidak dimengerti. Astaga dapat masuk ke saluran pernafasan akhirnya kan dapat jadi parah,” tutur Aris.

Ditemui dengan cara terpisah, Pimpinan Jalinan Dokter Indonesia( IDI) Sumut, dokter Ramlan Sitompul SpTHT- KL( K) mengatakan untuk membilas ataupun mencuci hidung( Spooling) menggunakan air garam wajib dilakukan dengan cara handal oleh daya kesehatan. Tidak dapat asal- asalan dilakukan oleh warga biasa.

” Sebenernya kita lebih mengutamakan mencuci hidung bukan spooling- nya. Jika spooling- nya wajib terdapat gejala kedokteran dan spooling- nya itu wajib diserahkan ke ahlinya, dibimbing ahlinya,” cakap Ramlan.

Ramlan tak menganjurkan jika spooling itu dilakukan dengan cara massal sebagai usaha pencegahan dan penindakan COVID- 19. Karena, usaha itu wajib dikontrol oleh daya kesehatan yang mengerti spooling.

” Oh jangan, jangan dengan cara massal, yang kita sarankan itu mencuci hidung yang betul dengan cara massal jika spooling jangan karena wajib terdapat gejala kedokteran,” tutur Ramlan.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button