jagatBisnis.com : PENDIDIKAN - UN 2020 Ditiadakan, Ini Cara Tentukan Kelulusan SD, SMP, SMA dan SMK

UN 2020 Ditiadakan, Ini Cara Tentukan Kelulusan SD, SMP, SMA dan SMK


Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Yogyakarta tetap diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19 dengan protokol pencegahan sebagai antisipasi penularan. (jagatbisnis/ist)

PENDIDIKAN

26 Mar 2020 07:56


jagatBisnis.com - Presiden Joko Widodo melalu rapat terbatas di Jakarta (24/03/2020) kemarin, akhirnya memutuskan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 untuk jenjang SD, SMP hingga SMA ditiadakan (dibatalkan). Pembatalan UN ini karena penyebaran virus Corona (COVID-19) yang kian masif. Padahal jadwal UN SMA harus dilaksanakan pada 30 Maret, begitu juga UN SMP yang harus dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang.

“Tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarganya agar terhindar dari virus Corona. Makanya, kami sepakat meniadakan UN tahun ini,” kata Menteri Pendidikan dan Mendikbud Nadiem dalam konferensi pers daring di Jakarta (25/03/2020).

Dia menjelaskan, dengan dibatalkannya UN maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan ataupun syarat seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena memang UN bukanlah syarat kelulusan ataupun untuk seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

“Kalau mengikuti UU sistem pendidikan nasional (Sisdiknas), evaluasi itu ada di guru dan kelulusan ada di sekolah. Jadi kelulusan akan dilakukan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah,” tegas Nadiem. 

Menurutnya, sekolah yang sudah melaksanakan ujian dapat menggunakan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Tapi, bagi siswa yang belum melaksanakan Ujian Sekolah, maka untuk SD/sederajat ditentukan berdasarkan nilai 5 semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). 

“Selain itu juga nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan,” imbuhnya. 

Sementara itu, lanjut dia, syarat kelulusan untuk SMP dan SMA, ditentukan berdasarkan nilai 5 semester terakhir dan nilai semester genap kelas 9. Selain itu, kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

“Sedangkan, untuk SMKditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama 5 semester terakhir. Selain itu juga, nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelukusan,” tutupnya. (eva/*)

BERITA TERKAIT