jagatBisnis.com : EKONOMI & BISNIS - BNN Jelaskan Dampak Buruk Legalisasi Ganja di Indonesia

BNN Jelaskan Dampak Buruk Legalisasi Ganja di Indonesia


Talkshow Webinar bertema "Generasi Muda Melawan Legalisasi Ganja”. (jagatbisnis/ist)

EKONOMI & BISNIS

04 Jun 2020 18:53


jagatBisnis.com - Wacana terkait legalisasi ganja di Indonesia semakin berkembang.Badan Narkotika Nasional (BNN) secara tegas menolak usulan tersebut. Bahkan, BNN mengingatkan adanya dampak buruk jika ganja diizinkan di Indonesian. 

Deputi Pencegahan BNN, Anjan Pramuka Putra, mengatakan dampak buruk bisa dilihat dari sejumlah negara yang sudah melegalkan ganja yang dikonsumsi warganya. Hal tentunya menjadi pelajaran berharga buat Indonesia. 

“Dari beberapa negara yang telah menjalankan legalisasi, beberapa di antaranya sudah mulai mempertanyakan efektivitas strategi tersebut,” katanya dalam talkshowWebinar bertema "Generasi Muda Melawan Legalisasi Ganja", di Jakarta, Kamis (04/06/2020).

Menurutnya, alasan ekonomi tidak cukup bukti untuk dijadikan alasan utama legalisasi itu. Adanya harapan pemasukan dari sektor pajak, ternyata tidak segampang dalam teori. Karena sindikat narkoba juga masih tetap bermain bahkan di era legalisasi. 

“Di sisi lain, malah muncul dampak ekonomi terkait penggunaan ganja, yakni terjadi peningkatan biaya medis dari dampak yang muncul akibat kecelakaan maupun perawatan medis dan rehabilitasi,” tegasnya. 

Sementara itu, Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Purwo Cahyoko, menyatakan, dari persepsi hukum, di mana sistem hukum Indonesia masih menggolongkan ganja sebagai golongan narkotika. Proses penggolongan tentunya melalui mekanisme sistem hukum. 

“Walaupun revisi atau perubahan peraturan telah beberapa kali terjadi, namun belum ada perubahan penggolongan. Kita masih melihat ganja masih berbahaya," ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama praktisi ahli farmasi, Mufti Jusnir,  memaparkan secara gamblang bagaimana ganja mempunyai efek yang merugikan cukup besar dibandingkan manfaatnya. Apalagi, narkotika jenis ganja yang tumbuh di Indonesia, bukanlah jenis ganja untuk pengobatan. 

“Karena kandungan tetrahydrocannabinol (THC)-nya jauh lebih besar daripada kandungan tetrahydrocannabinol(CBD)-nya. Jadi ganja yang ada di Indonesia justru membahayakan,” pungkasnya. (esa/*)

BERITA TERKAIT