Asronot Nge-Vlog Cara Buang Air di Luar Angkasa

jagatBisnis.com — Urusan buang hajat astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tentu menjadi sebuah pertanyaan penuh misteri bagi orang awam. Lingkungan tanpa gravitasi itu membuat orang-orang bertanya, bagaimana cara astronot buang hajat di luar angkasa.

Dalam sebuah video di laman berbagi, YouTube, komandan ISS Chris Cassidy menjawab pertanyaan urusan hajat tersebut. Dalam video itu, Cassidy memberikan tur ke toilet di ISS dan menjelaskan secara rinci cara astronot menggunakan toilet luar angkasa itu.

“Saat ini para astronot di ISS buang air besar ke lubang toilet yang seukuran piring kecil. Toilet dibekali dengan ember besi sebagai penampung kantong plastik berisi kotoran. Ember bisa menampung hingga 30 kali buang air besar,” ungkapnya seperti dikutip dari IFL Science, Jumat (16/10/2020).

Setelah selesai buang air besar, lanjut dia, kotoran astronot disimpan dalam kantong plastik. Lalu, astronaut menyodok plastik tersebut ke dalam penampung dan astronot harus memasang kantong plastik yang baru.

“Untuk buang air kecil, astronaut akan mendapatkan selang vakum.  Selang vakum itu dilengkapi dengan kipas angin yang menyedot cairan apapun. Kotoran akan dikirim dengan kapal kargo menuju Bumi,” paparnya.

Dia menjelaskan, saat ini NASA sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp343 miliar untuk membangun toilet di luar angkasa. Toilet itu memiliki Sistem Pengelolaan Limbah Universal (UWMS), 65 persen lebih kecil dan 40 persen lebih ringan dari toilet yang saat ini digunakan di stasiun luar angkasa.

“Toilet dibutuhkan karena astronot harus tinggal di luar angkasa selama berminggu-minggu. Toilet baru dipasang di pesawat antariksa hingga stasiun luar angkasa pertama NASA, Skylab, diluncurkan pada 1973. Sebelum Skylab, astronot harus buang air kecil di sebuah kantong berbentuk seperti kondom. Baru setelah 1962, tepatnya di misi Gemini, NASA baru mencari cara agar astronaut bisa buang air besar,” tutupnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button