Antibiotik Bisa Jadi Ancaman Bagi Kesehatan Hewan

jagatBisnis.com — Resistensi Antimikroba (Antrimicobrial Resistance/AMR) atau kebal terhadap obat dianggap menjadi ancaman global dan multisektoral melebihi masa pandemi Corona saat ini. Bahkan AMR berpengaruh bagi kesehatan manusia dan hewan, terutama hewan ternak yang sering diberikan antibiotik sebagai pengobatan.

“Jika tidak ditangani dengan serius, AMR bisa menyebabkan bencana kemanusiaan yang berbahaya. Makanya, kami Kementerian Pertanian terus berkomitmen mencegah terjadinya resistensi antimikroba di Indonesia,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah secara virtual, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, penggunaan antimikroba untuk tujuan pencegahan penyakit dan pemacu pertumbuhan pada ternak yang sehat harus dihindari. Karena kasus resistensi antimikroba pada hewan ternak khususnya, menjadi berbahaya untuk manusia. Virus resisten pada hewan ternak akan sulit diberantas oleh penggunaan obat-obatan.

“Jadi, virus tersebut bisa menular ke tubuh manusia jika manusia mengkonsumsi hewan ternak yang mengandung virus resisten. Makanya, sejak Juli 2020 Indonesia telah melarang penggunaan obat colistin pada hewan ternak maupun non-ternak guna mencegah terjadinya resistensi antimikroba,” terangnya.

Sementara itu, Team Leader FAO ECTAD Indonesia, Luuk Schoonman mengakui, jika penyakit pada hewan ternak tidak terkendali, produk pangan asal hewan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Selain itu, sumber mata pencaharian para peternak juga akan berdampak karena menurun drastis.

“Hal ini dapat membahayakan ketahanan pangan terutama produktivitas sektor pertanian, peternakan dan budidaya perikanan dalam menyediakan sumber pangan bagi masyarakat. Karena hewan yang sakit tidak dapat ditangani dengan baik akibat kehilangan kemampuannya untuk membunuh mikroorganisme yang menginfeksi hewan tersebut,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pelayanan Medik dan Keperawatan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Nani H. Widodo, menambahkan, resistensi antimikroba menjadi ancaman serius di dunia kesehatan global karena berdampak pada perekonomian dan aspek lain dalam kehidupan seperti produksi pangan, air, sanitasi, higienitas, sampai jaminan kesehatan. Bahkan, bisa mengancam pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

“Jadi, gunakan antibiotik hanya untuk infeksi bakteri. Karena antibiotik tidak diperlukan untuk memerangi infeksi virus, jamur atau parasit yang menyebabkan masuk angin, sakit tenggorokan, atau demam berdarah. Pasien harus mematuhi resep dokter jika diberikan antibiotik,” tutup Nani.(eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button