Ancol Tutup, Dufan Sterilisasi Semua Wahana

JagatBisnis.com – Kawasan tamasya Ancol di Jakarta Utara hari ini ditutup setelah sebelumnya luang marak didatangi oleh para turis sehari Idulfitri Idul Fitri 2021.

Ketua Utama PT Halaman Angan- angan Berhasil Ancol, Teuku Sahir Syahali menyampaikan, bertepatan dengan penutupan ini, grupnya akan melakukan penilaian kegiatan di kawasan tamasya Ancol.

” Kita akan melakukan disinfeksi semua zona dan penilaian penguatan aplikasi aturan kesehatan di semua kawasan,” tutur Sahir dalam keterangan tertulisnya.

Tutur ia, dari hasil penilaian itu diputuskan kalau kawasan Ancol akan tutup selama satu hari pada Minggu, 16 Mei 2021.

Saat tutup, Ancol akan melakukan sebagian penguatan aturan kesehatan, antara lain penyemprotan pembunuh hama di semua zona vital tamasya.

Termasuk di antara lain tepi laut, jalur, promenade, kamar kecil, loket gapura, tenant- tenant restoran dan unit- unit tamasya di dalamnya semacam Dufan, SeaWorld Ancol, Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventure, Allianz Ecopark.

Grupnya pula akan menambahkan signage dan ikatan pembatas pelarangan berenang di zona tepi laut. Pula akumulasi ikatan pembatas untuk piket jarak di zona promenade.

Upaya- upaya ini dalam bagan tingkatkan aplikasi aturan kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan di zona tepi laut untuk para turis.

Pada wisatawan yang telah melakukan pembelian tiket dengan cara online bisa melakukan pengagendaan balik kunjungan melalui https: atau atau reservasi. ancol. com atau yang legal hingga 31 Juli 2021.

” Kita menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan itu dan berambisi saat Ancol dibuka kembali, wisatawan bisa bersama- sama melindungi semua aturan kesehatan supaya bisa dijalani dengan cara patuh untuk kesehatan bersama.” ucap Sahir.

Sebelumnya, tempat darmawisata di wilayah DKI Jakarta cuma dibuka dengan kapasitas 30 persen pada momen prei Idulfitri Idul Fitri 2021 tahun ini.

Eksekutif Kewajiban( Plt) Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kereatif( Disparekraf) Dedi Sumardi menyampaikan, walaupun tempat- tempat darmawisata dibuka, aturan kesehatan Covid- 19 harus dilakukan, salah satunya dengan mempraktikkan kapasitas 30 persen wisatawan.

” Mereka tetap buka yang sebelumnya semula 50 persen, jadi lebih kencang lagi cuma 30 persen,” tutur Dedi Sumardi.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button