Amitra Siapkan Paket Umrah New Normal, Berangkat Dulu Sebelum Lunas

JagatBisnis.com – Tren umat Islam yang mendaftar umrah dari Indonesia terus meningkat. Setelah sempat dihentikan, akhirnya akses menjalani ibadah umrah dari luar negara di Arab Saudi kembali dibuka mulai 10 Agustus 2021 lalu. Meskipun begitu, pastinya ada protokol dan peraturan tambahan yang harus dipenuhi sebelum melakukan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19 ini. PT Sharia Multifinance Astra (Amitra) sudah menyiapkan paket pembiayaan umrah syariah di masa new normal.

President Director Amitra, Inung Widi Setiadj mengatakan, yang pasti, ibadah umrah tidak bisa dilakukan seperti sebelumnya. Karena ada perbedaan harga, waktu dan lainnya yang akan sangat berpengaruh. Oleh sebab itu, pihaknya sudah memastikan kesiapan tim internal. Karena selama 2 tahun ini tidak melakukan pembiayaan umrah. Namun, pihaknya masih memiliki produk-produk pembiayaan yang lainnya.

“Kami dapat membantu menyiapkan biaya umrah yang calon jemaah butuhkan. Dengan mengikuti pembiayaan umrah dari kami, calon jemaah bisa berangkat umrah terlebih dahulu sebelum melakukan pelunasan,” katanya dalam Webinar Umrah bertema “Ibadah Umrah Dibuka, Sudah Siapkan Kita?”, yang diselenggarakan jagatbisnis.com, Rabu (22/9/2021).

Dia menjelaskan, untuk mengajukan pembiayaan umroh prosesnya mudah dan cepat. Calon jemaah dapat mengajukan permohonan hanya dengan bermodalkan KTP dan KK. Proses pembiayaan ini sudah sesuai dengan syariah Islam dan fatwa- fatwa Dewan Syariah Nasional MUI serta adanya pengesahan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sehingga para calon jamaah umrah tidak perlu menabung dan menunggu lama untuk melaksanakan ibadah umrah. Hanya dengan membayar DP, maka calon jamaah sudah bisa langsung berangkat untuk menunaikan ibadah umrah,” ungkapnya.

Menurut Inung, pembayaran angsurannya juga mudah. Para calon jemaah tak perlu mendatangi kantor untuk membayar angsuran. Karena banyak cara yang bisa dilakukan untuk membayar angsuran. Apalagi, perusahaannya sudah bekerjasama dengan 15 bank mitra haji dan umrah serta sejumlah ritel. Selain itu, ada sekitar 242 kantor cabang dan 400 kantor cabang pembantu dari Sabang sampai Merauke

“Untuk pembayaran cicilan, kami tidak memberatkan calon jemaah. Kami tidak kaku, tergantung calon jemaah yang akan membayar. Karena kalau dipaksakan membayar bulanan akan memberatkan. Makanya, kami memiliki paket musiman yang tergantung kesepakatan awal. Konsumen bisa membayar cicilan setiap 3 bulan sekali atau bahkan setahun 2 kali,” tutup Inung. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button