Amankah Pakai Dua Masker Sekaligus?

JagatBisnis.com –  Masker jadi salah satu aturan kesehatan yang harus digunakam warga di tengah endemi COVID- 19. Masker memiliki andil berarti untuk menghindari droplet yang mengandung virus corona terhisap.

Tidak sedikit dari warga yang memilah menggunakan 2 masker sekalian dengan alasan supaya lebih nyaman paling utama kala terletak di luar rumah. Lalu apakah menggunakan 2 masker itu betul- betul bisa efisien?

Berita Terkait

Dilansir dari laman ABC News, penemuan terkini yang diluncurkan Rabu oleh Pusat Pengaturan Penyakit dan Pencegahan( CDC) Amerika membuktikan kala seseorang menggunakan 2 masker ialah mengenakan masker operasi polipropilen dengan masker kain di atasnya dan orang di sekelilingnya melakukan perihal yang serupa, resiko penjangkitan virus turun lebih dari 95%.

Para periset, yang menggunakan 2 wujud semacam manekin untuk mencoba eksposur, menemukan khasiat seragam dengan mengencangkan satu masker operasi di sekitar kuping untuk tingkatkan kesesuaiannya.

Tetapi, khasiatnya turun jadi 80% jika cuma satu orang yang mengenakan 2 masker dan 60% jika cuma satu orang yang menggunakan masker bedahnya dengan cocok.

Kepala aparat kedokteran untuk paham gawat COVID- 19 CDC, Dokter. John Brooks mengatakan hasil riset membuktikan, mencampurkan masker kain yang cocok dengan masker operasi merupakan opsi yang bagus. Itu pula membuat permasalahan, setiap orang yang mengenakan masker dan bukan cuma sebagian orang itu berarti.

“ Menggunakan masker dengan cara bersama- sama merupakan salah satu campur tangan sangat jitu kita untuk mengatur endemi, kita percaya. Kala kita seluruh bermasker, masker itu tidak cuma berikan kita proteksi untuk diri sendiri. Tetapi dengan masing- masing dari kita melakukan itu, kita melindungi orang lain,” tutur Brooks pada ABC News dalam sebuah tanya jawab.

Untuk diketahui CDC dengan cara padat telah mengirimkan catatan tentang berartinya masker pada warga. Di dini endemi, administratur kesehatan menekan warga untuk tidak mengenakan masker karena takut aparat kesehatan akan kekurangan masker.

Mereka pula yakin virus itu akan bersikap semacam virus respirasi yang lain dan beberapa besar meluas kala seseorang membuktikan gejala semacam batu berdahak dan meriang.

Tetapi setelah riset membuktikan virus pemicu COVID- 19 menabur dengan kecekatan yang membahayakan melalui sebagian orang yang tidak sempat memiliki gejala, pada April 2020 CDC seketika mengganti cara pandangnya dan mulai mengusulkan pemakaian masker kain untuk biasa.

Pada Juni 2020, Badan Kesehatan Bumi sepakat kalau setiap orang wajib mengenakan masker paling utama kala jarak sosial tidak membolehkan.

Dalam sebagian minggu terakhir, CDC telah didesak apakah wajib menguatkan rekomendasinya supaya warga menggunakan masker N95 kala terletak di ruang khalayak.

Tetapi administratur menolak untuk menganjurkan dengan cara spesial supaya orang

mengenakan N95

karena walaupun amat efisien masker jenis ini amat susah digunakan untuk waktu durasi yang lama karena mereka lebih susah untuk bernafas.

Tidak hanya itu, Ketua CDC Rochelle Walensky mengatakan mengenakan masker N95 mungkin tidak dibutuhkan di tempat biasa.

” Aku pikir jika seluruh orang mengenakan masker, jika Kamu memanfaatkannya dan melindungi jarak 6 kaki… Kamu memiliki daya guna proteksi yang lumayan alhasil Kamu mungkin tidak membutuhkannya,” tutur Walensky. (ser)

:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button