Aliran Sesat Hakekok juga Sering Gelar Ritual Kawin Gaib

JagatBisnis.com – Heboh aliran sesat Hakekok yang menggelar ritual mandi bugil bareng di sebuh kebun milik perusahaan sawit. Parahnya lagi, dalam sejarahnya aliran ini juga menggelar ritual kawin gaib.

Sebenarnya, ajaran hakekok telah dianggap sesat oleh MUI karena memperbolehkan kaum lelaki dan kaum perempuan bercampur saat shalat. Shalatnya pun dilakukan di tempat gelap.

Aliran Hakekok Balakasuta ini sendiri pertama kali dibawa seorang tokoh berinsial AE yang sudah almarhum.

Aliran ini dikembangkan di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Bogor oleh AE hingga ajaran ini sampai ke Arya (52) warga Kecamatan Cimanggu dan dikembangkan di sana.

Aliran Hakekok pun sudah lama muncul di Pandeglang, Banten. Aliran ini pernah dikembangkan di padepokan atau majelis zikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang dengan pemiliknya bernama Kasrudin.

Kebanyakan santrinya berasal dari Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Pada 2009, padepokan yang sudah berdiri selama 5 tahun ini dibakar warga karena diduga mengajarkan aliran sesat kepada para muridnya.

Keberadaan padepokan tersebut membuat warga setempat resah. Puncaknya, warga secara spontan membakar padepokan tersebut.

Warga setempat emosi karena pimpinan padepokan, Kasrudin sering menggauli wanita pengikutnya dengan modus perkawinan gaib. Dua anak tiri Kasrudin disebut-sebut turut menjadi korban kawin gaib ini.

Kawin gaib diduga dilakukan Kasrudin dan pengikutnya yang umumnya adalah warga Jakarta. Seorang perempuan bernama Diah Atian Susanti (45) juga menjadi korban Kasrudin. Diah tinggal serumah dengan Kasrudin tanpa ikatan pernikahan.

Empat tahun setelah pembakaran padepokan milik Kasrudin, aliran Hakekok muncul lagi di Pandeglang. Kali ini, aliran Hakekok dipimpin warga Pandeglang bernama Arya (54). Ia mengajak pengikutnya mandi bareng tanpa busana di area perkebunan sawit.

Polisi sudah mengamankan Arya bersama 15 pengikutnya. Polisi menyita barang bawaan mereka, seperti jimat dan kondom.

“Ajarannya kelompok ini mengadopsi ajaran Hakekok. Saat ini, pemimpin mereka beserta kelompoknya sedang kami periksa untuk mendalami motif dan tujuannya melakukan kegiatan tersebut,” ucap Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana kepada wartawan, Jumat (12/3/2021). (hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button