Afrika Selatan Longgarkan Pembatasan COVID-19 ke Level Terendah

JagatBisnis.com – Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, meringankan pemisahan COVID- 19 ke tingkat terendah sebagai usaha membuka aktivitas ekonomi menjelang masa liburan masa panas. Dalam ceramah yang ditayangkan televisi, Ramaphosa memublikasikan Afrika Selatan akan turun satu tingkatan dalam sistem pemisahan 5 tingkat.

Pemisahan dilonggarkan kala negeri itu bangun dari gelombang ketiga endemi COVID- 19 yang didominasi oleh versi Muara sungai.

” Perkembangan di tengah endemi saat ini berarti kalau sejumlah pemisahan dapat dilonggarkan,” tutur Ramaphosa.

Tidak hanya meringankan jam malam, yang diberlakukan mulai tengah malam sampai jam 04. 00, Ramaphosa memublikasikan kalau jumlah maksimal orang yang diizinkan terkumpul di luar ruangan akan bertambah dari 500 orang jadi jadi 2. 000 orang.

Sementara, jumlah maksimal orang yang diizinkan mendatangi penguburan dapat 2 kali bekuk jadi 100. Tetapi dengan penentuan penguasa wilayah diresmikan akan berjalan pada 1 November, Ramaphosa menekan warga untuk menempuh vaksinasi sebagai usaha menolong menghindari gelombang peradangan COVID- 19 timbul lagi.

Keragu- raguan warga kepada vaksin membatasi program inokulasi.“ Kegiatan kampanye memunculkan resiko terbesar pada mungkin lonjakan peradangan terkini,” tuturnya.

Jika Afrika Selatan mencapai targetnya untuk sudah memvaksinasi 70 persen populasi orang berusia pada Desember, lanjut ia, sekitar 20. 000 nyawa mungkin bisa diselamatkan. Sepanjang ini, sekitar 8, 6 juta orang ataupun lebih dari seperlima dari seluruh orang berusia, telah divaksinasi komplit, tutur Ramaphosa.

Pada Pekan 26 September 2021, Institut Nasional untuk Penyakit Meluas mengatakan Afrika Selatan telah pergi dari gelombang ketiga COVID- 19 dengan pada umumnya 7 permasalahan per hari. Persentase orang yang dites positif untuk virus corona membuktikan penyusutan yang berkepanjangan.

Afrika Selatan sepanjang ini menulis 2, 9 juta permasalahan positif COVID- 19 dan 88. 000 kematian dampak peradangan virus corona.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button