Adara Konsisten Berkontribusi untuk Palestina

JagatBisnis.com – Koalisi Perempuan Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina (ApWCQP) menggelar Konferensi Internasional Palestina di Kuala Lumpur (ICPKL) 2021, pada Sabtu (27/3/2021). Konferensi internasional yang digelar secara daring dihadiri ribuan aktivis Internasional, termasuk Adara Relief International (Adara).

“Secara nyata dan kontinyu kami mengirimkan bantuan-bantuan untuk Palestina. Untuk tahun 2021, kami sudah berkomitmen untuk melipatgandakan kontribusi. Di antara program yang dirancang untuk membantu rakyat Palestina yang masih terjajah, terdapat program bantuan “Ramadhan Lebih Berkah Bersama Palestina”, kata Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (4/4/2021).

Berita Terkait

Dia menjelaskan, bantuan tersebut akan disalurkan dalam bentuk makanan berbuka puasa, sembako, dan hadiah Hari Raya Idul Fitri. Dengan bantuan dan dukungan dari para donatur, pihaknya berharap penjajahan tidak akan mengurangi khidmat Ramadhan di Palestina.

“Kami menyadari, perjuangan membebaskan Palestina merupakan keutamaan. Melipatgandakan kontribusi masing-masing individu merupakan fokus utama kami untuk tahun ini,” ujarnya.

Pada konferensi ICPKL 2021, Anthropologist dan aktivis, Jeff Halper, menerangkan, konferensi internasional ini digelar untuk mengedukasi dan menginformasikan sejarah dan kondisi terkini di Palestina. Karena informasi itu bagian dari agenda penting para aktivis Palestina internasional.

“Hal terpenting untuk setiap penjajah pemukim adalah tanah. Israel harus mengambil alih tanah. Penghancuran rumah adalah salah satu cara untuk mewujudkan tujuan ini. Apalagi, selama 2020, Israel telah menghancurkan 268 rumah dan 928 toko, fasilitas pertanian, barak, dan lainnya di wilayah Tepi barat dan Yerusalem,” terangnya saat menginformasikan keadaan terkini di Palestina.

Sementara itu, CEO AL-Quds Foundation Malaysia, Sharif Abu Shammala, menambahkan, salah satu tindakan paling ekstrim yang dilakukan Israel adalah menghancurkan rumah warga Palestina. Hal itu dianggap melukai dan menyakiti warga sipil.

“Selama bertahun-tahun, mereka telah menghancurkan ratusan rumah dan menjadikan ribuan orang tidak bersalah kehilangan tempat tinggal. Itu adalah kebijakan yang tidak bermoral dan melanggar hukum,” imbuhnya.

Menurutnya, tindakan represif tentara maupun aparat Israel menyisakan begitu banyak korban. Upaya pembebasan Palestina akan terus dilakukan dengan berbagai cara dan strategi karena bangsa Palestina tidak akan pernah berdiam diri menghadapi penjajahan.

“Namun, melihat perlakuan Israel terhadap warga Palestina, maka dukungan dunia internasional khususnya umat Islam di seluruh negeri sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button