750 Bangunan Rusak Akibat Gempa Malang dan Korban Luka-luka Masih Dirawat

JagatBisnis.com – Badan Penyelesaian Musibah Wilayah( BPBD) Kabupaten Apes masih melakukan asesmen sampai Minggu, 11 April 2021. Berita terkini sementara, sebesar 750 gedung di wilayah Kabupaten Apes dikabarkan cacat. Mulai dari jenis enteng sampai berat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Peralatan BPBD Kabupaten Apes, Sadono Irawan mengatakan, akibat dari guncangan berkemampuan 6, 1 Skala Richer( SR) yang terjadi pada Sabtu, 10 April 2021 itu sebesar 696 rumah cacat. 54 gedung non rumah pula dikabarkan cacat.

” Betul terdapat 750 gedung cacat. Tetapi ini masih sementara masih dapat bertambah karena cara asesmen lalu berjalan. Rinciannya 696 rumah, dan 54 gedung semacam tempat ibadah, sarana kesehatan, sekolah dan tempat biasa,” tutur Sadono, Minggu, 11 April 2021.

Sadono mengatakan, dari keseluruhan 696 rumah sebesar 525 cacat enteng, 114 cacat sedang dan 57 bagian cacat berat. Untuk gedung lain, sebesar 14 sekolah cacat, 26 bagian tempat ibadah cacat, 6 sarana biasa cacat dan 8 bagian sarana kesehatan cacat.

” Untuk korban meninggal bumi 3 orang dan kita berambisi jangan bertambah. Untuk luka- luka sementara masih 8 orang, tetapi terdapat mungkin bertambah seluruh masih di pembaharuan. Untuk seluruh korban cedera di jaga di rumah sakit dan puskesmas,” ucap Sadono.

Tahap yang dilakukan oleh BPBD saat ini mendirikan posko gawat musibah di sejumlah titik. Hambatan yang dirasakan oleh BPBD saat ini merupakan kebutuhan terpal, santapan dan minuman dan alat- alat pertukangan untuk mensterilkan puing- puing gedung. Semacam sekop, pacul dan wagon sorong.

Sementara itu, guncangan buntut kembali terjadi di Kabupaten Apes, Jawa Timur. Guncangan yang terasa cepat, sampai membuat sebagian masyarakat kembali berantakan. Guncangan buntut pagi ini bermagnitudo 5, 5. Semacam di Dampit, Kabupaten Apes Jawa Timur, sebagian gedung yang berdiri tetapi kembali tumbang karena guncangan buntut pagi ini.

Salah seorang masyarakat, Yayuk, mengatakan kalau guncangan buntut yang terjadi pagi ini dan terasa sekali, membuat ia kembali terkejut. Masyarakat juga masih takut pascagempa yang terjadi pada Sabtu siang kemarin.

” Terkejut amat sangat jantung serasa lepas. Jantungan, rasanya enggak karu- karuan,” tuturnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button