61 Siswa SMPN 3 Mrebet Purbalingga Positif COVID-19

JagatBisnis.com –  Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menginformasikan kalau uji antigen yang dilakukan kepada 61 anak didik SMPN 3 Mrebet pula membuktikan hasil positif COVID- 19, menyusul sebelumnya 90 orang dari SMPN 4 Mrebet yang mengakibatkan penghentian penataran lihat wajah.

” Jika sebelumnya terdapat 90 anak didik SMPN 4 Mrebet yang menempuh pengasingan karena hasil uji kilat antigen mereka membuktikan positif COVID- 19. Saat ini, 61 anak didik yang lain dari SMPN 3 Mrebet pula membuktikan hasil positif,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Rabu.

Hanung mengatakan, pada saat ini Tim Satgas COVID- 19 Purbalingga sedang melakukan jawaban kilat untuk menanggulangi peristiwa itu.

” Jawaban kilat tengah dilakukan dari mulai menyediakan pengasingan terkonsentrasi, melakukan penyemprotan pembunuh hama di bangunan sekolah, melakukan koordinasi rute zona, mempersiapkan uji PCR sampai mempersiapkan tahap pencarian jika hasil uji PCR terkonfirmasi positif,” tuturnya.

Ia pula mengatakan beberapa besar anak didik dengan hasil uji antigen positif COVID- 19 itu dalam situasi yang bagus dan tanpa gejala.

Biarpun demikian, tutur ia, tahap pengasingan terkonsentrasi tetap dibutuhkan untuk memaksimalkan dan memesatkan penindakan lebih lanjut.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta orang berumur ataupun orang tua anak didik untuk tetap hening karena kanak- kanak mereka tetap dalam amatan kencang dari tim kesehatan.

” Tidak hanya itu kanak- kanak pula akan mendapatkan sarana alat infrastruktur yang mencukupi,” tuturnya.

Penguasa Kabupaten Purbalingga, tutur ia, pula mengakhiri sementara kegiatan penataran lihat wajah (PTM) terbatas untuk melakukan penilaian lebih lanjut hal kesiapan aturan kesehatan.

” Untuk sementara durasi, semua penerapan PTM terbatas dihentikan sampai terdapatnya penilaian lebih lanjut,” tuturnya.

Bupati menambahkan selama ini grupnya telah membuat ketentuan kencang untuk penerapan PTM terbatas.

” Misalkan dengan melakukan uji antigen massal saat sebelum penerapan PTM terbatas, melakukan vaksinasi untuk daya guru dan pula membenarkan kesiapan aplikasi aturan kesehatan di sekolah,” tuturnya.

Biarpun demikian, pada era yang akan tiba grupnya akan membuat ketentuan lebih rinci dan lebih kencang lagi terkait dengan penerapan PTM.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button