60 Tenaga Pendidik di Kulon Progo Diberikan Bimtek Etika Berlalu Lintas

JagatBisnis.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Wilayah Eksklusif Yogyakarta, memberikan edukasi teknis untuk daya pengajar dalam bagan penanaman nilai- nilai etika lalu rute di golongan siswa yang mengaitkan 60 tenaga pengajar SMA atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau MAN, SMP atau MTs, dan SD atau MI.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo L. Bowo Kristianto di Kulon Progo, Rabu, mengatakan kalau hingga saat ini pergantian pemindahan akan lalu terjadi, sesuai tantangan dan desakan masing- masing.

Setiap jenjang kemajuan, sistem pemindahan memilik permasalahannya sendiri, banyak permasalahan musibah di semua bumi, termasuk di Indonesia diakibatkan faktor orang ataupun” human error”

“ Kerap kali terjadi permasalahan musibah lalu rute faktor faktornya juga dapat beragam, tetapi ternyata yang sangat berkuasa merupakan human error. Dalam kondisi musibah, human error berarti faktor orang semacam perkara keahlian, keletihan, rendahnya etika, dan minimnya uraian ketentuan,” tutur Bowo Kristianto, Rabu (6/10/2021).

Beliau mengatakan berdasarkan Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Rute dan Angkutan Jalur diklaim kalau musibah lalu rute merupakan sesuatu peristiwa di jalur yang tidak diduga dan tidak disengaja, mengaitkan alat transportasi dengan ataupun tanpa pengguna jalur lain yang menyebabkan korban orang dan atau ataupun kehilangan harta barang.

Dalam kemajuannya, pemindahan dari era ke era lalu beranjak lama- lama. Bahkan lalu berevolusi dengan cara sedikit untuk sedikit. Internalisasi tentang nilai- nilai etika jadi berarti untuk mengintervensi faktor” human error”.

Satuan pembelajaran dari berbagai kadar jadi entitas yang berarti untuk menancapkan nilai- nilai etika lalu rute. Kerja sama antara pengelola kebutuhan yang jadi balasan tentang uraian nilai- nilai etika lalu lintas

“ Kegiatan serupa antara Pemkab Kulon Progo, Gedung Pembelajaran Menengah dan Kantor Departemen Agama Kulon Progo ini merupakan salah satu usaha supaya dengan cara lalu menembus setiap satuan pembelajaran di Kabupaten Kulon Progo menancapkan nilai- nilai etika lalu rute pada para anak didik,” tuturnya.

Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan siswa mendiami tingkatan kedua setelah pegawai swasta, bagus sebagai pelaku, ataupun korban musibah lalu rute. Faktor- faktor pemicu musibah lalu rute bisa disebabkan dari pengguna jalur, situasi alat transportasi, dan situasi jalan

“ Faktor pemicu musibah sebesar 70 persen merupakan orang, dan lebihnya merupakan faktor alat transportasi, teknologi, alam dan jalur. Demikian perihalnya di Kabupaten Kulon Progo, musibah lalu rute yang disebabkan oleh kekeliruan orang mendiami tingkatan paling atas,” tuturnya.

Beliau berambisi, program ini bisa berjalan dengan cara berkelanjutan dan bertumbuh bersamaan perkembangan di bidang teknologi informasi yang mempengaruhi pada kemajuan zona pemindahan, dan sebagai salah satu usaha dalam menurunkan nilai musibah di golongan siswa, yang ialah sebagai angkatan penerus bangsa ke depan.

” Bisa dimengerti kalau terdapatnya pemindahan, orang amat banyak tertolong untuk penuhi berbagai kebutuhan dan menuntaskan berbagai kasus yang dialami dalam kehidupan tiap hari, tetapi di bagian lain orang pula wajib siuman dengan terdapatnya berbagai berbagai bahaya yang bisa ditimbulkan dengan terdapatnya teknologi itu, yang akan bisa mematikan orang itu sendiri,” tuturnya.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button