57 Persen Warga Alami Masalah Gigi dan Mulut saat Pandemi

JagatBisnis.com – Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, drg. Saraswati, MPH mengatakan kebiasaan kasus kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terhitung masih amat besar. Padahal, gigi dan mulut ialah tempat masuk utama dari beragam jenis virus, termasuk COVID- 19.

Hasil Studi Kesehatan Dasar( Riskesdas) tahun 2018 melaporkan kalau nisbah terbesar masalah gigi di Indonesia merupakan gigi cacat atau berlubang atau sakit( 45, 3 persen). Sedangkan masalah kesehatan mulut yang kebanyakan dirasakan penduduk Indonesia merupakan gusi bengkak dan ataupun pergi bisul( bengkak) sebesar 14 persen.

Berita Terkait

“ Dari 57, 6 persen penduduk bermasalah kesehatan gigi dan mulut, ternyata yang mengakses pelayanan kesehatan gigi cuma sekitar 10, 2 persen,” tutur dokter. Saraswati dalam Temu Alat Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2021 yang digelar dengan cara virtual, baru- baru ini.

Masalah kesehatan gigi dan mulut ini pastinya menginginkan pemeliharaan ke fasyankes untuk mendapatkan penindakan kedokteran yang menyeluruh. Tetapi demikian, suasana endemi COVID- 19 ikut berakibat pada terganggunya akses warga kepada pelayanan kesehatan.

Perihal ini diakibatkan oleh kekhawatiran penderita kepada kemampuan penjangkitan COVID- 19, mengenang dalam tindakan medis gigi ikut menggunakan aerosol yang amat terkait dengan penjangkitan COVID- 19. Akhirnya, jumlah kunjungan penderita ke fasyankes lalu menyusut.

“ Di era endemi saat ini ini penurunannya terasa sekali. Karena memang dampak ataupun tingkatan keterpaparannya beresiko besar, karena jika mulut terbuka virusnya sudah tentu terdapat. Tetapi dokter gigi pula memiliki ketentuan, kalau pada saat endemi COVID- 19 diimbau untuk tidak melakukan aplikasi dahulu mengenang sudah banyak dokter gigi yang gugur saat memberikan pelayanan,” tutur Pimpinan PB PDGI, Dokter. RM Sri Hananto Seno, drg., Sp. BM( K)., Milimeter., di peluang yang serupa.

Berdasarkan informasi Aliansi Dokter Gigi Indonesia( PDGI), per Maret 2021 terdaftar terdapat 396 dokter gigi yang terhampar COVID- 19 terhambur di Puskesmas 199 orang, di Rumah sakit 92 orang, di Klinik 36 orang dan aplikasi mandiri 35 orang.

“ Bagi informasi dari PDGI terdapat sebesar 94 dokter gigi yang sudah gugur karena terhampar COVID- 19 karena memberikan pelayanan bagus di tingkat Puskesmas, Rumah sakit ataupun pelayanan mandiri,” tuturnya. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button