50 Persen Kematian COVID-19 pada Anak Adalah Balita

JagatBisnis.com – Pimpinan Jalinan Dokter Anak Indonesia( IDAI), Profesor Dokter dokter Nyaman Bhakti Pulungan, SpA( K) FAAP., mengatakan beberapa permasalahan kematian penderita COVID- 19 anak merupakan jenis umur dasar 5 tahun( bayi). Informasi ini menjadikan Indonesia jadi negeri dengan permasalahan kematian anak yang sangat banyak di bumi.

” Aku kerap mengatakan kalau 50 persen kematian anak itu bayi,” ucapnya dalam kegiatan daring bersama Jalinan Dokter Indonesia( IDI), Jumat 18 Juni 2021.

Berita Terkait

Profesor Nyaman mengatakan, Informasi Nasional nisbah permasalahan COVID- 19 pada anak umur 0- 18 tahun sebesar 12, 5 persen. Sementara, informasi di IDAI membuktikan case fatality rate sebesar 3- 5 persen.

” Artinya, 1 dari 8 permasalahan COVID- 19 anak, yang meninggal 3- 5 persen,” tutur Profesor Nyaman.

Informasi di DKI Jakarta per 17 Juni 2021 kemarin, bagi Profesor Nyaman terdaftar sebesar 661 permasalahan konfirmasinya merupakan anak, dengan 144 penderita merupakan bayi. Di sisi informasi yang mengkawatirkan, Profesor Nyaman pula menerangi sedikitnya penindakan spesial anak pada penderita COVID- 19.

” Anak berlainan. Hingga saat ini, ICU spesial anak tidak ada di beberapa besar rumah sakit. Saat ini pula, SDM mulai menyusut, ini yang jadi masalah. Obat- obatan spesial anak pula banyak tidak ada. Kita dapat pingsan jadinya,” jelasnya.

Dengan kebingungan itu, Profesor Nyaman mengimbau supaya seluruh kegiatan yang mengaitkan anak, hendaknya diselenggarakan dengan cara daring. Orang berumur dan penjaga, lanjut Nyaman, wajib ingin mendampingi saat aktivitas daring dan luring.

” Jauhi pula membawa anak pergi rumah melainkan menekan. Anak wajib di rumah,” ucap Profesor. Nyaman.

Berikutnya, Profesor. Nyaman mengimbau supaya anak dihindarkan dari gerombolan ataupun ruangan dengan sedikit jendela dan resiko kontak akrab dengan orang lain di luar rumah. Aplikasi aturan kesehatan, tutur Profesor Nyaman, wajib diperketat bagus itu pada anak ataupun orang berusia.

” Untuk tangkal berbagai penyakit yang lain, tetap lengkapi pengimunan teratur. Penguasa dan warga pula melakukan pendampingan aturan kesehatan,” jelasnya.

Diketahui saat ini, permasalahan COVID- 19 di Indonesia bertambah amat runcing. Berdasarkan informasi permasalahan setiap hari dari Satgas COVID- 19 pada 15 Mei 2021 nilai akumulasi permasalahan COVID- 19 ialah 2385 permasalahan. Setelah itu permasalahan lama- lama bertambah dan terus menjadi bertambah runcing, terdaftar pada bertepatan pada 15 Juni ada 8161 permasalahan, 16 Juni ada 9. 944 permasalahan dan permasalahan per 17 Juni 2021 sebesar 12. 624 permasalahan. Jika dibanding dengan informasi 15 Mei, terjadi kenaikan permasalahan pada bertepatan pada 17 Juni sekitar 500%, diiringi dengan kenaikan permasalahan kematian berhubungan dengan COVID- 19.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button