5 Singa di Kebun Binatang Singapura Terpapar COVID-19

JagatBisnis.com –  Seekor singa Afrika di Kebun Binatang Singapura dinyatakan positif COVID-19 setelah menunjukkan sejumlah gejala menurut laporan Animal and Veterinary Service (AVS). Ini terjadi sehari setelah diumumkan bahwa empat singa Asia di Safari Malam telah tertular virus corona.

Hal tersebut menjadi data terbaru bahwa lima ekor singa tercatat mengidap COVID-19. Ada pun sampel cairan tubuh telah diperiksa oleh tim kebun binatang Singapura. “Sampel feses yang diambil dari singa Afrika di Kebun Binatang Singapura yang menunjukkan tanda-tanda sakit pada 8 November dinyatakan positif virus SARS-CoV-2 melalui PCR,” kata AVS, dikutip dari laman Channel News Asia.

Tak hanya itu, sembilan singa Asia di Safari Malam dan lima singa Afrika di Kebun Binatang Singapura telah diisolasi, termasuk lima yang mengidap COVID-19. AVS mencatat bahwa menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), saat ini tidak ada bukti bahwa hewan berperan dalam penyebaran COVID-19 ke manusia.

“Semua singa diisolasi dalam sarangnya masing-masing,” kata AVS. “Kami akan terus bekerja dengan Mandai Wildlife Group untuk memantau kesehatan singa, yang mencakup pengambilan sampel dan pengujian bahan feses mereka untuk virus SARS-CoV-2,” bebernya.

Ada laporan “sporadis dan terisolasi” tentang hewan yang dites positif terkena virus di negara lain, setelah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi COVID-19. Faktanya, empat singa Asia di Safari Malam dinyatakan positif setelah terpapar dengan karyawan yang terinfeksi di taman margasatwa.

Mandai Wildlife Group mengatakan pada hari Selasa bahwa tiga penjaga dari bagian Night Safari Carnivore telah dinyatakan positif COVID-19. Setelah dua penjaga dinyatakan positif saat tidak bertugas, pengujian dilakukan pada anggota tim yang telah melakukan kontak dengan mereka.

Karyawan ketiga, yang tidak menunjukkan gejala, kemudian dinyatakan positif di tempat kerja dan diberhentikan dari tugas. “Mereka menerima (a) tes PCR positif konfirmasi pada 8 November,” kata Mandai Wildlife Group. (pia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button