4 Cara Mudah Kenali Masker Medis Palsu

JagatBisnis.com – Dalam masa pandemi COVID- 19, salah satu usaha untuk menghindari penjangkitan merupakan menggunakan masker. Tetapi, telah beredar di warga terkait rumor masker ilegal yang dikhawatirkan membuat seseorang rentan terjangkit virus SARS- CoV- 2.

Plt Dirjen Farmalkes, drg. Arianti Anaya, MKM, mengimbau pada warga untuk berjaga- jaga dalam mengenakan masker. Alasannya, saat ini telah beredar masker ilegal yang bisa tingkatkan kerentanan penjangkitan virus SARS- CoV- 2. Lalu, gimana cara sangat utama mengidentifikasi masker kedokteran asli? Selanjutnya rangkumannya.

Permisi membentar Departemen Kesehatan RI

Pada dini era endemi terjadi kelangkaan ketersediaan masker kedokteran alhasil Departemen Kesehatan berkoordinasi dengan departemen lain melakukan berbagai usaha supaya ketersediaan masker bisa dipadati. Saat ini, setelah melalui 1 tahun endemi COVID- 19, sudah terdapat 996 pabrik masker kedokteran yang sudah memiliki nomor permisi membentar dari Departemen Kesehatan.

” Jika ia sudah mendapatkan permisi membentar dari Kemenkes artinya masker ini dikategorikan sebagai masker operasi ataupun masker N95 ataupun KN95 yang dikategorikan sebagai perlengkapan kesehatan,” tutur drg. Arianti dalam keterangan persnya.

Masker N95 dan KN95 untuk kebutuhan kedokteran dan nonmedis dengan cara raga susah dibedakan. Itu terkini dapat diamati setelah dilakukan pengetesan.

Oleh karena itu, untuk menghindari kekeliruan penentuan masker kedokteran hingga daya kesehatan dan warga supaya membeli masker kedokteran yang sudah memiliki permisi membentar perlengkapan kesehatan dari Kemenkes. Permisi membentar biasanya tercantum pada bungkusan ataupun bisa pula diakses di infoalkes. kemkes. go. id.

Menyortir sampai 95 persen

Kala produk masker sudah mendapatkan permisi membentar dari Departemen Kesehatan hingga masker itu telah penuhi persyaratan kualitas keamanan dan khasiat, antara lain telah lolos percobaan Bacterial Filtration Efficiency( BFE), Partie Filtration Efficiency( PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk menghindari masuknya dan menghindari penjangkitan virus dan kuman.

“ Masker kedokteran wajib memiliki kemampuan filtrasi kuman minimun 95 persen,” tutur drg. Arianti.

Jenis masker medis

Drg. Arianti menjelaskan, jenis masker kedokteran merupakan masker operasi dan masker respirator. Masker operasi berbahan material berbentuk Non– Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond( SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond( SMMS).

Masker itu digunakan sekali gunakan dengan 3 susunan. Penggunaannya menutupi mulut dan hidung.

Lain perihalnya dengan masker respirator ataupun lazim diucap N95 ataupun KN95. Biasanya masker respirator ini menggunakan susunan lebih tebal berbentuk polypropylene, susunan tengah berbentuk elektrete atau charge polypropylene.

Masker jenis ini memiliki keahlian pemilihan yang lebih bagus dibanding dengan masker operasi. Biasanya masker respirator ini digunakan oleh penderita yang kontak langsung dengan penderita COVID- 19 dan pula senantiasa digunakan untuk proteksi daya kesehatan.

Ganjaran masker kedokteran palsu

Kemenkes, lanjutnya, tidak hanya memberikan permisi membentar masker pula lalu melakukan pengawasan di penyebaran kepada bahan- bahan yang sudah memiliki permisi membentar. Untuk menindaklanjuti masker yang beredar bawah tangan, Kemenkes melakukan usaha melalui metode kegiatan serupa dengan petugas hukum.

Jika daya kesehatan dan warga menemukan masker yang dicurigai tidak penuhi standar supaya melaporkan melalui akses Hallo Kemkes di 1500567.

Cara vaksinasi sudah bersinambung tetapi warga pula wajib tetap melindungi aturan kesehatan salah satunya merupakan tetap menggunakan masker.

“ Aku mengimbau pada semua daya kesehatan dan pula warga untuk teliti memilah masker dalam melindungi diri dari penjangkitan COVID- 19. Jangan cuma tergiur dengan model ataupun apapun yang berarti kita memilah masker yang sesuai dengan kebutuhan kita,” tutur drg. Arianti. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button