JagatBisnis.com – Per Februari 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat tercatat mencapai Rp 8.612 triliun di industri perbankan Indonesia. Dari jumlah tersebut, Rp 4.688 triliun atau 54,43% masih terkonsentrasi pada bank-bank yang tergolong dalam Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4, yang mencakup bank-bank besar dengan modal inti terbesar.
Bank Mandiri Pimpin DPK KBMI 4
PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan DPK terbesar di antara bank KBMI 4, dengan total DPK sebesar Rp 1.414 triliun. Bank ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 17% secara tahunan. Mayoritas dana yang dihimpun Bank Mandiri berupa dana murah (giro dan tabungan) yang mencapai Rp 1.106 triliun, sementara deposito berjangka tercatat Rp 308 triliun.
BRI dan BCA
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berada di posisi kedua dengan DPK senilai Rp 1.381 triliun pada Februari 2025, meskipun mengalami penurunan 0,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komponen dana murah BRI juga mengalami penurunan bulanan, dari Rp 899 triliun menjadi Rp 896 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan DPK sebesar Rp 1.118 triliun, menjadikannya bank swasta dengan simpanan terbesar di Indonesia. Meskipun mengalami sedikit penurunan 0,2% secara bulanan, DPK BCA tumbuh 3,9% secara tahunan. Dana murah yang dihimpun BCA juga turun sedikit, dari Rp 925 triliun menjadi Rp 922 triliun.
Bank Negara Indonesia (BNI)
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memiliki DPK paling kecil di antara bank KBMI 4, yaitu Rp 775 triliun pada Februari 2025. Meski demikian, DPK BNI tetap tercatat naik 1% secara tahunan. Berbeda dengan BRI dan BCA yang mengalami penurunan pada dana murah, BNI justru mencatatkan penurunan pada deposito berjangka sebesar 0,6% secara bulanan, menjadi Rp 225 triliun.
Dominasi Bank KBMI 4
Dominasi bank-bank KBMI 4 dalam pengumpulan DPK masih sangat kuat, meskipun terdapat beberapa dinamika dalam pergerakan komponen dana, seperti penurunan pada dana murah di beberapa bank. Bank-bank besar ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menempatkan dana simpanannya.
Kendati demikian, meskipun bank-bank KBMI 4 mendominasi, bank-bank lainnya tetap berusaha untuk meningkatkan pengumpulan DPK, dengan fokus pada strategi yang berbeda untuk menarik lebih banyak simpanan dari masyarakat. (Hky)