JagatBisnis.com – PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) mencatatkan pencapaian pendapatan bersih sebesar Rp 4,54 triliun pada tahun buku 2024, mengalami kenaikan 4% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 4,38 triliun. Informasi ini disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 13 Maret 2025.
Presiden Direktur HERO, Hadrianus Wahyu Trikusumo, menjelaskan bahwa perbaikan kinerja keuangan perusahaan didorong oleh pertumbuhan penjualan yang signifikan serta peningkatan laba dari bisnis Guardian. Meskipun demikian, bisnis IKEA masih menghadapi tantangan akibat penurunan permintaan furnitur rumah tangga yang terus berlanjut.
Pada tahun 2024, HERO mencatatkan kerugian dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp 146 miliar, menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan dengan kerugian Rp 431 miliar yang tercatat pada 2023. Secara keseluruhan, total kerugian perusahaan tercatat sebesar Rp 6 miliar, turun drastis dari Rp 132 miliar pada tahun sebelumnya.
Kinerja Bisnis Guardian dan IKEA
Bisnis Guardian, yang mencakup jaringan apotek dan produk kesehatan, berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba dua digit. Peningkatan volume penjualan dan meningkatnya jumlah pengunjung di mal-mal premium serta destinasi wisata menjadi pendorong utama kinerja positif ini. Guardian juga berkomitmen untuk memperkuat proposisi nilai dan memperluas kehadiran omnichannel untuk meningkatkan aksesibilitas produk bagi pelanggan.
Sementara itu, kinerja IKEA masih terpengaruh oleh lemahnya permintaan furnitur rumah tangga. Namun, langkah efisiensi biaya yang diterapkan telah memberikan dampak positif pada hasil operasional perusahaan. IKEA terus fokus pada pertumbuhan penjualan dengan cara meningkatkan daya tarik toko, optimalisasi tata letak, serta penyempurnaan alat belanja.
Transformasi dan Divestasi Bisnis Hero Supermarket
Pada Juni 2024, HERO berhasil menyelesaikan divestasi bisnis Hero Supermarket kepada PT Hero Retail Nusantara. Dengan langkah ini, perusahaan kini sepenuhnya berfokus pada pengembangan dua lini bisnis utamanya, yaitu Guardian dan IKEA di Indonesia.
Sebagai bagian dari strategi transformasi, HERO juga mengubah nama perusahaan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk. Selain itu, perusahaan sukses menjual empat properti non-inti sepanjang tahun, yang turut memperkuat kinerja keuangan dan mendukung rencana pertumbuhan perusahaan.
Ke depannya, HERO berencana untuk tetap selektif dalam ekspansi dan melanjutkan upaya transformasi untuk menciptakan nilai lebih bagi pemegang saham dan pelanggan di Indonesia. (Zan)