Penerapan Cukai Plastik dan Minuman Berpemanis Berpotensi Molor ke Tahun Depan

jagatbisnis.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi sinyal bahwa penerapan cukai plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) berpotensi mundur ke tahun depan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani mengatakan, apabila penerapan cukai plastik dan MBDK tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini maka kebijakan tersebut akan disiapkan untuk dilaksanakan pada tahun 2025.

“Target kan bisa kami sesuaikan kebijakan, kan kami kebijakan harus lihat kondisi di lapangan,” ujar Askolani kepada awak media, Senin (10/6).

Baca Juga :   Kemenkeu Kantongi Rp9,17 Triliun dari Pajak Belanja Online

Askolani bilang, penerapan cukai plastik dan MBDK masih akan terus dibahas oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu. Implementasinya akan sangat bergantung dari keputusan pemerintah dan kondisi di lapangan.

Baca Juga :   Utang Negara Terus Bertambah, Ekonomi Indonesia Tidak Aman

“Kebijakan harus melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2025, pemerintah memasukkan kembali kebijakan cukai plastik dan MBDK.

Pemerintah menyebut, kebijakan untuk mendukung penerimaan negara salah satunya adalah ekstensifikasi cukai dengan penambahan objek cukai baru. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.

Baca Juga :   Cepat Viral Kalo Dokter Mengeluh Di Medsos dan Tiktok Kata Sri Mulyani

Untuk diketahui, pemerintah telah menetapkan target cukai plastik dan MBDK dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp 6,24 triliun.

Namun hingga saat ini, kebijakan tersebut belum terealisasi sehingga pemerintah harus mencari sumber lain untuk mengisi pos penerimaan yang sudah ditargetkan tersebut. (Hfz)

MIXADVERT JASAPRO