Besok Sidang Isbat 1 Zulhijah, Idul Adha Pemerintah & Muhammadiyah Akan Berbeda?

jagatbisnis.com – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Zulhijah 1445 H. Sidang isbat ini akan menetapkan tanggal Hari Raya Idul Adha 2024. Akankah ada perbedaan tanggal Hari Raya Idul Adha 2024 antara pemerintah dan Muhammadiyah?

Perbedaan tanggal Hari Raya Idul Adha 2024 antara pemerintah Muhammadiyah sering terjadi. Hal ini karena keduanya menggunakan metode perhitungan yang berbeda.

Dilansir dari Suara Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Lebaran Haji atau Hari Raya Idul Adha 2024. Hal itu tertuang dalam Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1445 H berdasarkan Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

PP Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji 2024 bertepatan dengan hari ibadah haji 10 Zulhijah 1445 Hijriah pada 17 Juni 2024.

Baca Juga :   Pemerintah Siapkan 3 Skenario Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Masa Pandemi

Tanggal Hari Raya Idul Adha 17 Juni 2024 ini sebenarnya sama dengan kalender pemerintah. Namun, pemerintah belum secara resmi menetapkannya.

Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Zulhijjah 1445 H pada besok Jumat 7 Juni 2024. Hal itu akan diawali dengan pemantauan hilal (rukyatulhilal) yang juga digelar pada hari yang sama, 29 Zulkaidah 1445 H. Pemantauan hilal akan dilakukan di 114 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib mengatakan, semua sistem hisab sepakat bahwa ijtimak menjelang Zulhijah 1445 H jatuh pada 6 Juni 2024 M, bertepatan 29 Zulkaidah 1445 H sekitar pukul 19:37 WIB.

“Pelaksanaan pemantauan hilal dilakukan di 114 titik lokasi di seluruh Indonesia. Pelaksanaan tersebut akan dilakukan Kanwil Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama dan Ormas Islam, serta instansi lain setempat,” ujar Adib, Senin (3/6/2024), dilansir dari website Kemenag

Baca Juga :   Indonesia Catat Jemaah Haji dan Umrah Terbanyak, Vaksinasi Harus Jadi Prioritas

Adib menjelaskan, saat hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di atas ufuk berkisar antara 7˚ 15.82 ̍ (tujuh derajat lima belas koma delapan puluh dua menit) sampai dengan 10˚ 41.09 ̍ (sepuluh derajat empat puluh satu koma sembilan menit) dan sudut elongasi 11˚ 34.83 ̍ (sebelas derajat tiga puluh empat koma delapan puluh tiga menit) hingga 13˚ 14.47 ̍(tiga belas derajat empat belas koma empat puluh tujuh menit).

Adib menambahkan, hasil pemantauan hilal akan dimusyawarahkan dalam Sidang Isbat penentuan 1 Zulhijah 1445 H. Sidang Isbat merupakan wujud sinergi antara Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga :   325 Petugas Haji Berangkat ke Arab Saudi

Sidang Isbat 1 Zulhijah 1445 H akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta, dan dihadiri sejumlah Duta Besar Negara-negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, Sidang Isbat juga akan dihadiri Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait, Tim Hisab Rukyat, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam serta Pondok Pesantren. (Hfz)

MIXADVERT JASAPRO