BPH Migas Sambut Positif Rencana Pengalihan Subsidi Pertalite ke Pertamax

jagatbisnis.com – TANGERANG. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyambut baik rencana PT Pertamina (Persero) mengubah produk subsidi dari BBM dengan oktan paling rendah RON 90 atau pertalite ke BBM dengan kualitas yang lebih tinggi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), dan produk baru BBM bioetanol Pertamax Green 95 (RON 95).

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan, subsidi BBM memang seharusnya yang berkualitas dengan mewacanakan untuk mengkaji perubahan dari Pertalite ke RON 91 ke atas sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/menlhk/setjen/kum.1/3/2017 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, dan Kategori O.

“Memang idealnya yang diberikan subsidi itu BBM yang berkualitas,” kata Saleh di ICE BSD, Selasa (14/5).

Baca Juga :   Selama 2022, BPH Migas Setor Rp1,3 Triliun ke Kas Negara

Saleh menekankan apabila subsidi diubah ke Pertamax maka pemerintah perlu mempertimbangkan harga jual bensin, beban subsidi, dan kompensasi yang mungkin muncul apabila wacana tersebut diberlakukan.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan adanya kepastian pasokan bahan baku bioetanol di hulu untuk keberlanjutan BBM berkualitas tinggi itu nantinya.

Baca Juga :   Kontribusi Hulu Migas Bantu Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

“Itu bagus, tapi pemerintah perlu mempertimbangkan harga, kesiapan infrastruktur dalam negeri, bioetanol terutama 5% sampai 7%, menurut saya itu bagus ya secara personal,” ujar Saleh.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati berharap usulan pengalihan subsidi Pertalite dapat menjaga harga Pertamax Green tetap sama dengan harga yang saat ini berlaku untuk Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan (JBKP) yang mendapat kompensasi dari pemerintah.

Nicke menuturkan, subsidi pada produk hijau Pertamax Green 92 lebih menguntungkan dari sisi pengembangan industri hulu bioenergi serta pengurangan emisi dari sektor transportasi ketimbang mesti mengalihkan subsidi pada bensin dengan kadar oktan rendah.

Baca Juga :   Pertamina Tanggapi Rencana Subsidi BBM Pertamax dalam Upaya Reduksi Polusi

“Tentu ini akan kami usulkan, kami bahas lebih lanjut dan tentu saja ketika ini menjadi program pemerintah, Pertamax Green 92 harganya pun regulated, tidak mungkin diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi atau kompensasi di dalamnya,” kata Nicke Rabu (30/8/2023).

Dengan demikian, Pertamina nantinya hanya akan menjual tiga produk BBM, yakni Pertamax 92, Pertamax 95 (hasil campuran etanol 8%), serta Pertamax Turbo. Dua produk bensin yang disebut pertama akan jadi lini bahan bakar hijau dari Pertamina mendatang. (Hfz)

MIXADVERT JASAPRO