Ekbis  

Antam (ANTM) Gelontorkan Rp 4,5 Triliun untuk Garap Proyek Strategis di Tahun Ini

jagatbisnis.com – JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) menyiapkan investasi sekitar Rp 4,5 triliun pada tahun 2024. Dana tersebut akan dipakai untuk menggarap rencana usaha ANTM baik secara organik maupun anorganik.

Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Wirantaya mengungkapkan alokasi dana investasi tersebut sudah mempertimbangkan kondisi keuangan ANTM dan proyeksi (forecasting) kinerja pada tahun ini. “Juga cash flow yang kami miliki dari tahun 2023, perusahaan masih optimistis mampu mendanai investasi sampai akhir tahun 2024,” kata Dewa dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Dari anggaran Rp 4,5 triliun tersebut, Dewa membeberkan bahwa ANTM mengalokasikan sekitar Rp 1 triliun untuk keperluan eksplorasi tambang. Sebesar Rp 2 triliun untuk investasi di anak usaha, dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan investasi rutin.

Dalam menggelar eksplorasi, secara organik ANTM melakukannya di semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau konsesi tambang yang dimiliki. Selain itu, ANTM juga mengakuisisi IUP baru dan akan secara agresif melakukan eksplorasi di konsesi tersebut.

Baca Juga :   Program Makmur, Genjot Kontribusi Industri Kopi Nasional

Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter menegaskan fokus ANTM dalam melakukan eksplorasi tambang, yang juga didorong oleh MIND ID selaku holding tambang BUMN.

Bersamaan dengan itu, ANTM getol mengikuti lelang wilayah pertambangan (tender) yang dilakukan oleh pemerintah, baik untuk blok tambang emas maupun nikel.

Nico juga menyatakan kesiapan ANTM dalam menggarap blok tambang hasil penciutan dari konsesi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Dalam mengelola wilayah ini, ANTM siap menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kami fokus eksplorasi, performanya bisa dilihat dari seberapa banyak capital spending. Ini penting, meski (hasilnya) nggak terlihat dalam satu atau dua tahun ke depan. Kami juga ikut tender-tender blok tambang,” ungkap Nico.

Bersamaan dengan eksplorasi di sisi hulu, ANTM juga memiliki sejumlah proyek hilirisasi. Termasuk proyek strategis dalam mengembangkan industri baterai kendaraan listrik (EV battery ecosystem).

Baca Juga :   Sinergi BRI, PNM dan Pegadaian Harus Perkuat UMKM

Di dalam portofolio pengembangan ANTM ada Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dan Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah. P3FH sudah di fase commisioning dan bersiap mencapai tahap operasi komersial.

Sedangkan proyek SGAR yang digarap bersama Inalum ditargetkan beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini. “Market utama (proyek SGAR) adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dimana offtaker prioritasnya adalah Inalum,” kata Dewa.

Di samping kedua proyek tersebut, ANTM juga terlibat dalam pengembangan EV battery ecosystem di dalam negeri. Nico mengatakan, ANTM akan berkontribusi mulai dari hulu pertambangan, pengoperasian smelter (HPAL dan RKEF) hingga di produksi EV baterai lewat porsi saham di Indonesia Battery Corporation (IBC).

Pengembangan EV battery ecosystem juga dilakukan ANTM melalui kerjasama dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL), melalui anak perusahaannya HongKong CBL Limited (HKCBL). ANTM bersama HKCBL sudah menandatangani tiga kesepakatan pada Desember 2023.

Baca Juga :   Ini Alasan Erick Thohir Tutup 70 BUMN

Salah satunya perjanjian terkait rencana pendirian perusahaan untuk proyek hidrometalurgi (HPAL). ANTM pun mulai melakukan persiapan mulai dari infrastruktur tambang hingga penyediaan tenaga listrik. Langkah itu dijalankan sembari menunggu penyelesaian final investment decision.

Investasi untuk proyek tersebut akan dipenuhi secara bertahap, di mana pada tahun ini ANTM akan mulai mempersiapkan dana sekitar US$ 80 juta. Adapun, estimasi untuk total investasi dalam EV battery ecosystem ini mencapai US$ 5 miliar – US$ 6 miliar.

Dari jumlah itu, Dewa mengungkapkan struktur pendanaan bakal dipenuhi 60% dari pinjaman (debt) dan 40% dari ekuitas. ANTM bersama mitra akan menghimpun dana dari perbankan, baik luar negeri maupun dalam negeri terutama dari perhimpunan bank milik negara (himbara).

“Semuanya sedang dalam proses,” tandas Dewa. (Hfz)

MIXADVERT JASAPRO