Dua Tukang Servis Hp Sebar Video Syur Pegawai Bank

Ilustrasi nonton Video Syur Foto: Grid.ID

JagatBisnis.com –  Dua tukang servis handphone (HP) di Nusa Tenggara Timur (NTT), GMK (25) dan NRA (22), ditangkap polisi. Keduanya dilaporkan telah mencuri dan menyebar video syur salah seorang pegawai bank, NNM (22), di daerah tersebut.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda NTT, AKBP Yoce Marten mengatakan, keduanya sempat mengancam dan mengajak korban berhubungan seks jika tidak ingin video syurnya disebar.

“Para pelaku mengancam korban untuk menyebar video bugilnya ke media sosial,” ungkap AKBP Marten, Rabu (3/4/2023).

Baca Juga :   Diduga Masih Ada Pelaku Lain Penyebar Video Porno Mirip Rebecca Klopper, Polisi Selidiki

Dia menuturkan, kejadian berawal saat korban meminta bantuan saudaranya, NND, untuk memperbaiki ponselnya yang rusak di salah satu tempat servis HP di Kota Kupang, Sabtu (3/4/2024).

Salah satu karyawan konter HP menyampaikan bahwa ponsel harus ditinggalkan di konter itu baru bisa diperbaiki. Pelaku beralasan ponsel tersebut mengalami kerusakan pada mesinnya.

Karena ponselnya terkunci, NND pada Selasa (3/4/2024) kembali ke tempat servis itu untuk memberikan kata sandi kepada GMK mengikuti permintaan admin servis HP.

Baca Juga :   Sebar Foto Syur Teman Wanitanya di IG, Pria Ini Dibui

Nahas menimpa korban setelahnya. Tanpa sepengetahuan korban, GMK kemudian mengakses tempat penyimpanan foto dan video pada ponsel NNM dan berhasil didapati 5 video syur milik korban.

GMK lebih lanjut membawa ponsel NNM untuk memutar video syur milik korban tersebut. Pelaku kemudian merekam tiga video itu menggunakan HP miliknya di dalam toilet.

Tak sampai di situ saja, GMK juga mengirim dua video ke akun Instagramnya dan menyebarkan kepada sejumlah temannya. Video asusila itu pun mulai viral di media sosial sekitar awal Maret 2024.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Penyebar Video Syur Mirip Rebecca Klopper

“Sehingga pada Selasa (5/3/2024), korban baru menyadari kalau videonya sudah viral di media sosial dan lingkungan kerjanya,” tutur Mantan Kapolres Manggarai ini.

Sementara itu, lanjut AKBP Marten, pelaku NRA berperan membuat akun TikTok, melakukan direct message (DM) ke korban dan mengajaknya berhubungan badan dengan iming-iming Rp10 juta. (tia)

MIXADVERT JASAPRO