Jelang Nataru, Jalur Tol yang Berpotensi Macet Dibatasi

JagatBisnis.com –  Waktu liburan Natal dan tahun baru (Nataru) sudah tiba. Sejumlah jalan tol diprediksi berpotensi macet. Sejumlah daerah pun sudah bersiap mengantisipasi lonjakan warga yang memanfaatkan waktu tersebut untuk liburan.

Berikut informasi seputar persiapan libur Nataru:
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait di kantor Jasa Marga, KM 71 B Cikampek Utama. Rapat tersebut dilakukan usai meninjau jalur Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (23/12).

Rapat dihadiri oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dan Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono.

Baca Juga :   Libur Akhir Tahun Baru, Tak Ada Lonjakan Penumpang Kereta Api

Kemudian, Dirgakum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, dan Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti.
Berikut jalur tol yang diprediksi macet saat libur Nataru:
Tol Cisumdawu dan Tol Jakarta-Cikampek 2.
Jalur Tol dari Jakarta sampai ke Semarang (padat).

Baca Juga :   Satgas COVID-19: Kepatuhan Warga Jalani Prokes Turun saat Libur Nataru

Selain itu, beberapa titik jalan juga menjadi perhatian karena berpotensi banjir karena cuaca ekstrem akhir tahun, yaitu di KM 136, KM 151 Tol Japek, dan jalan nasional Jembatan Sungai Cipunegara, Subang.

“Dari pemantauan kami lewat udara, terlihat peningkatan sudah terjadi namun belum ada kemacetan atau lalu lintas yang tersendat,” ujar Budi, kemarin.

Baca Juga :   PPKM Level 3, Pakar: Patut Diwaspadai Tingginya Mobilitas Jelang Akhir Tahun

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, nantinya akan diterapkan one way dan contraflow di beberapa titik. Bagi pengendara motor, Budi meminta untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.

“Sebaiknya jangan melakukan perjalanan lebih dari 100 km. Karena dari statistik menunjukkan kecelakaan jalan tertinggi melibatkan para pengguna sepeda motor,” kata Menhub. (tia)