Diam-diam AS Ingin Lengserkan Zelenskyy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Foto: Indonesia Defense Magz

JagatBisnis.com Negara-negara Barat yang dipimpim Amerika Serikat diam-diam akan melengserkan Volodymyr Zelenskyy dari kursi Presiden Ukraina. Bahkan Negara Barat sudah menyiapkan satu kandidat kuat yang akan menggantikan Zelenskyy sebagai presiden Ukraina.

Hal ini menjadi ironi karena sekarang negara Barat saling bahu membahu membantu Zelenskyy dalam perang melawan Rusia. Bahkan AS secara terang-terangan sudah menyiapkan paket bantuan senilai US$ 1,8 miliar atau setara Rp28 triliun (kurs Rp15.581 per dolar AS) untuk Ukraina. Paket bantuan untuk Ukraina ini meliputi kebutuhan militer seperti rudal dan lainnya.

Pensiunan Petugas Intelijen Korps Marinir AS, Scott Ritter dalam sebuah wawancaranya di tayangan YouTube Judging Freedom menyebut saat ini pihak Barat tengah menyiapkan suksesi Presiden Ukraina. Dia mengatakan negara Barat mendukung Panglima Pasukan Ukraina, Valery Zaluzhny sebagai pengganti Zelenskyy.

Baca Juga :   Dubes Ukraina di Kazakhstan Dipecat Zelenskyy Usai Berkomentar Pembunuhan Warga Rusia

“Barat mendorong Zelensky ke latar belakang, dengan fokus pada Zaluzhny sebagai pemimpin masa depan Ukraina,” ujarnya dalam wawancara itu dikutip Media Lebanon Al Mayadenn, Jumat (23/12/2022).

Menurutnya, media Barat sekarang sudah mulai mempromosikan sosok Zaluzhny. Hal ini menunjukkan jika masa kepemimpinan Zelenskyy akan segera berakhir. Krisis kepemimpinan Zelenskyy ini terjadi akibat Barat sudah mulai meragukan kekuatan dan perannya dalam menyelesaikan konflik dengan Rusia.

Baca Juga :   Dubes Ukraina di Kazakhstan Dipecat Zelenskyy Usai Berkomentar Pembunuhan Warga Rusia

“Orang-orang seperti Jenderal Zaluzhny akan menentukan masa depan Kiev. Ketika konflik mencapai tahap akhir, dialah yang akan duduk di meja perundingan dari pihak Ukraina,” kata pensiunan perwira intelijen itu.

Pengakuan ini sejalan dengan laporan dari kepala gerakan We Are Together with Russia, Vladimir Rogov yang mengatakan jika Zelenskyy menggunakan pasukan intelijen sebagai kekuatan untuk mempertahankan kekuasaannya saat ini. Bahkan kekuatan itu dia gunakan untuk melumpuhkan lawan-lawan politiknya.

Baca Juga :   Dubes Ukraina di Kazakhstan Dipecat Zelenskyy Usai Berkomentar Pembunuhan Warga Rusia

Kepada TASS, Rogov mengatakan langkah Zelenskyy selama ini yang ingin memperkuat posisinya di Ukraina sudah memunculkan banyak musuh politik. Bahkan dengan situasi ini menciptakan kekuatan oposisi yang besar.

Mantan Petugas CIA Philip Giraldi mengatakan bahwa Zelenskyy sengaja melibatkan NATO dalam konfliknya dengan Rusia. Tujuannya agar eskalasi politik Rusia dan Ukraina menjadi tinggi.

Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari Ukraina soal isu pelengseran Zelenskyy dari kursi Presiden. (tia)