Malaysia Akhirnya Impor Telur Ayam dari India

JagatBisnis.com Pemerintah Malaysia akhirnya membuka keran impor untuk komoditas telur ayam karena stok dalam negeri mengalami krisis. Impor telur ayam ini akan Malaysia lakukan hingga pasokan di dalam negeri stabil.

Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan (MAFS) Malaysia mengeluarkan izin impor ini pada Jumat (16/12). Keputusan ini Malaysia lakukan untuk mengatasi minimnya pasokan telur ayam di dalam negeri dalam beberapa bulan terakhir.

Setelah izin keluar, MAFS langsung bergerak dan melakukan impor telur ayam dari India melalui jalur udara sebagai tahap uji coba. Otoritas juga sudah melakukan pengecekan terhadap komoditas impor yang sudah sesuai dengan standar yakni aman dan bebas dari penyakit.

Baca Juga :   Ketegangan di India Meluas Terkait Aturan Larangan Berhijab

“Pengujian yang dilakukan untuk memastikan masyarakat menerima telur ayam impor yang aman, bersih, halal dan bebas dari segala penyakit sekaligus melindungi industri peternakan dalam negeri,” kata MAFS dalam pernyataannya seperti dikutip, Sabtu (17/12/2022).

Baca Juga :   Pemuda India Ditangkap karena Ancam akan Penggal Kepala Penghina Nabi Muhammad

“Semua protokol dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah juga telah diikuti tanpa kompromi,” tambahnya.

Dalam proses impor ini, kementerian melalui Malaysian Quarantine and Inspection Services Department (MAQIS) dan Department of Veterinary Services (DVS) melakukan pengawasan terhadap masuknya telur ayam impor di pintu masuk melalui pemeriksaan Hold, Test and Release (HTR).

Baca Juga :   Dalam Sepekan, Kasus COVID-19 di India Naik 5 Kali Lipat

Pengawasan ini termasuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi bakteri Salmonella, virus Newcastle Disease dan Avian Influenza.

“Inisiatif mendatangkan telur ayam dari sumber luar bukan untuk menekan pelaku industri lokal. Tetapi untuk memastikan kecukupan pasokan di dalam negeri dan dengan harga yang kompetitif, seperti yang dicita-citakan oleh pemerintah persatuan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim,” tulis pernyataan itu (tia)