IDI: Penularan HIV/AIDS yang Sulit Terdeteksi

HIV/AIDS

JagatBisnis.com –  Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang disebabkan karena virus HIV (human immunodeficiency virus), merupakan jenis penyakit yang jarang terdeteksi. Hal ini karena penyakit AIDS hanya bisa terdeteksi melalui tes darah. Umumnya, seseorang melakukan tes HIV/AIDS ketika terserang suatu penyakit yang tidak kunjung sembuh setelah sekian lama.

“Skrining awal sangat perlu sekali untuk HIV/AIDS. Jangan takut jika menemukan gejala agar segera cek kondisi, segera melakukan tes, sebelum semakin parah,” ujar Evvy mengingatkan, sebagai ketua 2 Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI) dalam Instagram Live di akun Ikatan Dokter Indonesia, ditulis di Jakarta, Sabtu (03/12/2022).

Sebelumnya, penyakit AIDS di Indonesia diduga tidak dapat disembuhkan. Ketika seseorang terpapar virus HIV dan mencapai fase AIDS, maka ia dinyatakan hanya memiliki kesempatan bertahan hidup dan mengikuti pengobatan selama enam sampai dua tahun saja.

Baca Juga :   Tips Kurangi Stres Saat Isolasi Mandiri di Rumah

Namun, kini Indonesia telah mengadakan sebuah program pengadaan obat Antiretroviral (ARV) pada tahun 2004. Obat ini nantinya bertugas untuk menekan jumlah virus HIV sampai tidak terdeteksi dalam darah. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mengonsumsi obat ini akan mampu beraktivitas seperti orang yang sehat, dan mampu bertahan hidup selama lebih dari lima tahun.

Baca Juga :   Inisiatif Wujudkan Sekolah Aman di Indonesia

“Di Indonesia waktu itu pada tahun 2004 sudah mengadakan program pengadaan obat untuk ODHA, bernama ARV itu Antiretroviral. Nantinya, obat ini akan menekan virus HIV, dan membuat mereka bisa beraktivitas seperti biasa, dan hidup sampai lima tahun bahkan lebih,” paparnya.

Fase-Fase AIDS
Menurutnya, ada beberapa tahapan ketika seseorang terkena virus HIV sampai dinyatakan AIDS, yakni :

Fase infeksi akut; gejalanya berupa flu berat yang masih bisa sembuh dengan sendirinya

Fase HIV Kronik; ini adalah kondisi dimana virus HIV tersebut menurunkan sistem kekebalan tubuh. Flu ini jika tidak diobati segera, dapat semakin parah dan berlanjut ke fase berikutnya.

Baca Juga :   Pencegahan HIV Pada Anak Tidak Hanya Asupan dan Vitamin

Infeksi Oportunistik; yaitu kondisi tubuh yang semakin memburuk. Fase ini biasanya berlangsung selama lima sampai sepuluh tahun dengan gejala yang paling umum di Indonesia, yakni gejala Tuberculosis atau TBC berupa batuk berdahak hebat, dan demam yang tidak membaik selama lebih dari tiga minggu.

Fase AIDS; ialah kondisi kesehatan yang kian memburuk. Kondisi inilah yang dianjurkan dokter untuk minum obat Antiretroviral (ARV). Obat ini, akan menurunkan gejala yang di derita ODHA, dan menekan virus HIV sampai tidak terdeteksi.  (tia)