Razia di Kos-kosan, 3 Orang di Palu Positif Narkoba

JagatBisnis.com Badan Narkotika Nasional Kota Palu bersama Satgas Pancasila Kelurahan Besusu Bara merazia kos-kosan di RW 9, Jalan Lorong Bakso, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Razia pada Minggu (20/11) dini hari tersebut, BNNK Palu mendapati tiga orang remaja positif narkoba setelah dilakukan tes urine.

Kemudian ketiga pria tersebut di gelandang ke Kantor BNNK Palu untuk dimintai keterangan.

“Ada kedapatan Minggu malam tiga orang, ketiganya kemudian diamankan untuk di asesmen setelah itu akan direhabilitasi. Untuk rehabilitasi tergantung asesmen, apakah rehabilitasi jalan atau rehabilitasi inap,” kata Kepala BNN Kota Palu, AKBP Baharuddin, Senin (21/11).

Baca Juga :   Peredaran Narkotika Jaringan Antarpulau Terbongkar

AKBP Baharuddin menjelaskan, razia yang digelar pada Minggu malam hingga dini hari itu, merupakan program deteksi dini pengguna narkoba yang berada di kos-kosan.

Program razia ini, bentuk kerja sama antara Pemerintah Kota Palu dengan BNN sebagai bentuk agen pemulihan berbasis masyarakat.

“Program deteksi dini ini tidak bisa dilakukan setiap saat. Karena terkendala pada alat pendeteksinya yang terbatas dari Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan di Dinas Kesehatan, alat pendeteksi ini ada, untuk dilakukan pemeriksaan kepada penghuni kos-kosan,” sebutnya.

Baca Juga :   WNA Asal Peru Tewas di Bali karena Narkoba

Baharuddin juga mengatakan bahwa, jelang perayaan akhir tahun 2022, BNNK Palu bersama Pemkot Palu akan memasifkan deteksi dini pengguna narkoba ini di seluruh wilayah di Kota Palu.

Olehnya, AKBP Baharuddin mengharapkan peran aktif Satgas Pancasila dan masyarakat dalam mencegah penggunaan narkoba di Kota Palu.

Sementara itu, Lurah Besusu Barat Andriani mengatakan, razia yang digelar ini bukan hanya menyasar pengguna narkoba saja. Tetapi sekaligus menyasar penghuni kos-kosan yang kumpul kebo dan ber-KTP luar agar segera melapor ke ketua RT setempat.

Baca Juga :   Pengedar Narkoba di Ternate Diringkus Polisi

Ia menyebutkan, dipilihnya RW 9 untuk di razia, karena daerah tersebut dianggap rawan tempat pengedaran narkoba.

“Kalau razia ini sudah rutinitas saya lakukan, ini bukan pertama kalinya, dan sudah banyak penghuni kos yang kedapatan positif narkoba,” ungkap Andriani.

Andriani menambahkan, nantinya penghuni kos-kosan yang positif itu akan direhabilitasi.

Mengingat usia mereka yang masih cukup muda. Sehingga masih memiliki waktu untuk berubah dan menjadi lebih baik ke depannya.

“Mayoritas yang kedapatan positif narkoba itu pendatang, bukan warga asli ini,” bebernya. (tia)