Edukasi Empati Penumpang, KAI Luncurkan Film Strangers With Memories

JagatBisnis.com-PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan KAI Commuter tidak hanya berkutat pada permasalahan trasnportasi saja. Kedua perusahan BUMN ini, kini merambah ke dunia perfilman dengan menyuguhkan film omnibus atau gabungan film-film pendek. Menggandeng sutradara kenamaan, Fajar Nugros menggarap film berjudul “Strangers With Memories”.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, mengatakan, film berdurasi sekitar 30 menit itu memberi banyak pesan yang menitikberatkan agar penumpang memiliki rasa empati dan peduli. Film yang diluncurkan secara road show di beberapa kota ini juga bagian dari sosialisasi terhadap penumpang agar lebih berhati-hati.

Pembuatan film ini merupakan sesuatu yang baru sehingga kami perlu menggelar road show agar kami dapat memperkenalkan film ini kepada masyarakat lebih dekat lagi. Di samping peluncuran film, kami juga melakukan serangkaian kegiatan sosial di stasiun-stasiun yang kami singgahi. Surabaya jadi kota keempat setelah Bandung, Yogyakarta, dan Solo,” kata Didiek, Minggu (13/11/2022).

Baca Juga :   KAI Bidik 40 Stasiun Pasang PLTS

Sementara itu, EVP Corporate Secretary PT KAI, Asdo Artriviyanto mengatakan, film yang dibuat di dalam kereta dan stasiun ini mengajarkan kepada pengguna jasa, para millenial untuk memiliki rasa empati, saling peduli dan menghargai serta membantu sesama baik di dalam commuterline atau stasiun.

Baca Juga :   Peringati HUT ke-77, KAI Siapkan LRT Jabodebek dan KA Cepat

“Dengan film dokumentar ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan dengan transportasi massal. Karena KA ramah energi bagi masyarakat. Selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat terutama generasi milenial dengan cara kekinian. Salah satunya melalui sebuah karya seni berupa film. Apalagi, kami ingin sesuatu yang berbeda,” ungkapnya.

Baca Juga :   Stasiun BNI City Uji Coba Layani Pengguna KRL

Pada kesempatan yang sama, Fajar menuturkan, film ini berjenis dokumenter dan fiksi edukasi. Film ini ditujukan untuk masyarakat luas, tidak hanya penumpang atau pecinta kereta api saja. Makanya, film ini dibuat ala anak milenial sekarang.

“Film ini dibuat dengan nuansa romantis dengan lokasi pengambilan gambar untuk film dokumenternya ada di banyak pelayanan kereta api di Indonesia. Saya pun tertantang membuat film tentang KAI karena di Indonesia masih sedikit film yang membahas tentang KA,” tutupnya. (*/eva)