Ini Ciri-ciri Anak Terkena Gagal Ginjal Akut

Foto: Kompas

JagatBisnis.com –  Gagal ginjal akut pada anak yang telah menyebabkan 157 kasus kematian telah menjadi perhatian publik Tanah Air saat ini. Mencermati gejalanya menjadi penting untuk melakukan pengobatan lebih dini. Biasanya yang sering muncul adalah gejala anuria dan oliguria.

Kasus akibat gangguan ginjal akut atipikal progresif di Indonesia hingga Kamis (27/10/2022) bertambah menjadi 269 kasus. Angka kematian akibat penyakit ini juga meningkat menjadi 157 kasus. Dari 34 provinsi, tujuh provinsi belum melaporkan kasus. Hal ini ditengarai karena perbedaan distribusi sirop obat yang mengandung cemaran.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, sebanyak 53 persen pasien gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) mengalami anuria atau sama sekali tidak mengeluarkan urine. “Dari grafik yang terbanyak itu stadium 3 sebanyak 53 persen yaitu tidak keluar urine sama sekali,” kata Syahril, Kamis (27/20/2022).

Berdasarkan data grafik dari Kementerian Kesehatan sebanyak 53 persen atau setara 143 pasien mengalami anuria, 22 persen atau 58 pasien mengalami oliguria (urine sedikit) dan 25 persen atau 68 pasien tidak mengalami anuria ataupun oliguria.

Oliguria adalah terjadinya penurunan frekuensi buang air kecil termasuk penurunan volume atau urine yang keluar dari tubuh sedikit. Sedangkan anuria adalah sama sekali tidak mengeluarkan urine atau dapat dikatakan sudah stadium 3. Berdasarkan data pasien yang terdeteksi mengalami stadium 3 sebesar 61 persen.

“Gejala yang khas ini banyak atau sudah mulai dengan gejala awal seperti demam, nafsu makan turun, lalu anak tidak bergairah, mual dan gangguan saluran pernafasan,” ujarnya.

Praktisi dan Pengamat Kesehatan, dr Muhammad Fajri Addai mengatakan orang tua bisa bisa mencegah penyakit gagal ginjal akut dengan cara terus memantau aktivitas buang air kecil si anak. “Tetap memantau urine si kecil. Jika tidak ada urine sama sekali dalam waktu 12 jam atau ada hal lain yang mencurigakan, langsung segera dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Baca Juga :   Berjalan Kaki Minimal 11 Menit, Memperpanjang Umur

Anuria, mengutip Medical News Today, adalah kondisi ketika ginjal berhenti memproduksi urine. Biasanya akibat dari penyakit atau kerusakan pada ginjal. Ini berbahaya mengingat buang air kecil merupakan proses vital dan hasil ginjal menyaring kemudian membuang produk limbah, cairan, elektrolit, serta zat lain yang tidak lagi diinginkan atau dibutuhkan tubuh.

Zat-zat yang menunggu untuk dikeluarkan kembali ke dalam tubuh dan tidak dikeluarkan jika ginjal berhenti bekerja dan buang air kecil berhenti. Penyumbatan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lain dan mengancam jiwa jika tidak diobati. Anuria didiagnosis ketika ginjal memproduksi kurang dari 500 mililiter (mL) urine setiap hari. Output urine harian yang biasa adalah antara 1 hingga 2 liter untuk orang dewasa.

Anuria sebagian besar disebabkan oleh masalah pada ginjal, tetapi juga dapat disebabkan oleh masalah pada jantung. Beberapa penyebab anuria antara lain diabetes. Ketika gula darah seseorang secara konsisten tinggi, seperti diabetes yang tidak terkontrol, dapat mengakibatkan ketoasidosis diabetikum, dan kerusakan pada pembuluh darah kecil di ginjal. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal akut dan produksi urin yang buruk atau tidak ada sama sekali.

Penyebab berikutnya adalah batu ginjal. Batu-batu ini dapat menyebabkan penyumbatan di ginjal atau ureter, saluran yang mengangkut urin dari ginjal ke uretra di mana ia dikeluarkan dari tubuh. Penyumbatan ini berarti urin tidak dapat keluar dari tubuh.

Yang sering terjadi adalah akibat gagal ginjal. Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal berhenti berfungsi dan tidak dapat menyaring urin lagi. Kasus ini yang terjadi pada anak-anak yang terkena gagal ginjal akut.

Baca Juga :   19,47 Juta Orang Indonesia Berjuang Lawan Diabetes

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dapat merusak pembuluh darah di ginjal dari waktu ke waktu. Tanpa pengobatan, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen dan anuria. Penyebab lainnya adalah tumor yang tumbuh pada atau di dekat ginjal yang dapat menyebabkan penyumbatan dan mencegah urin keluar dari tubuh.

Gagal jantung bisa juga menyebabkan anuria. Ketika seseorang mengalami gagal jantung, jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Proses dalam tubuh akan terjadi jika tidak ada cukup cairan di pembuluh darah. Salah satunya adalah ginjal berhenti membuat urin untuk menahan cairan ekstra.

Penyebab dari anuria ini akan menentukan cara pengobatannya. Artinya pengobatannya tergantung pada kondisi yang mendasarinya. Pengobatan mereka yang memiliki hipertensi, diabetes atau gagal jantung tentu berbeda dengan mereka yang terkena gagal ginjal.

Mengutip WebMD, oliguria adalah ketika seseorang mengalami buang air kecil lebih sedikit dari biasanya. Untuk orang dewasa, itu berarti kurang dari 400 mililiter urine per hari. Jumlah spesifik untuk bayi dan anak-anak didasarkan pada berat badan mereka. Biasanya kurang dari 1 mililiter per kilogram per jam untuk bayi, dan kurang dari 0,5 mililiter per kilogram per jam untuk anak-anak.

Banyak hal yang berbeda dapat menyebabkan oliguria. Dehidrasi merupakan penyebab paling umum dari oliguria. Ini paling sering terjadi saat Anda muntah atau diare.

Penyebab lainnya adalah luka bakar dan cedera serius lainnya. Luka bakar dapat membuat dehidrasi dan menyebabkan lebih jarang buang air kecil. Jenis trauma lain yang dapat menyebabkan oliguria termasuk kehilangan darah (perdarahan), syok anafilaksis dari alergi yang buruk, dan syok septik setelah infeksi atau operasi.

Ada juga akibat sesuatu yang menghalangi saluran ginjal dan saluran kemih. Penyumbatan di mana saja di area ini dapat menyebabkan oliguria atau bahkan anuria, yaitu saat Anda tidak buang air kecil sama sekali. Banyak hal berbeda yang dapat menghalangi saluran kemih, seperti jaringan parut akibat operasi, batu ginjal, atau tumor.

Baca Juga :   Kanker Lambung Sering Disalahartikan sebagai Maag Biasa

Obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab oliguria. Seperti obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen, atau antibiotik tertentu. Termasuk beberapa obat kemoterapi, ACE inhibitor untuk mengontrol tekanan darah atau obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kandung kemih yang terlalu aktif.

Oliguria dapat menyebabkan gagal ginjal, tetapi lebih sering itu merupakan gejala bahwa ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya. Untuk menentukan penyebab penyakitnya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, urine atau bisa juga melakukan tes pencitraan seperti USG sehingga bisa melihat lebih dekat pada ginjal atau organ lainnya.

Pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Jika mengalami dehidrasi, dokter akan menyarankan untuk minum lebih banyak cairan dan elektrolit bahkan kalau perlu mendapatkan cairan melalui infus. Jika ada penghalang, seperti berupa batu atau tumor, maka harus disingkirkan lewat operasi.

Sementara jika penyebabnya adalah mengonsumsi obat-obatan tertentu, dokter mungkin menyarankan dosis yang lebih rendah atau yang berbeda. Tetapi jangan pernah berhenti minum obat tanpa berbicara dengan dokter terlebih dahulu.

Jika oliguria disebabkan penyakit ginjal, harus mendapat penanganan dari ahlinya. Dalam kasus yang serius, mungkin memerlukan transplantasi atau dialisis yakni suatu proses yang mengeluarkan air dan racun ekstra dari darah karena ginjal tidak dapat melakukannya.

Jika Anda menemukan gejala anuria atau oliguria pada anak-anak, segeralah meminta pertolongan medis. Korban anak-anak sudah semakin banyak dan diperkirakan masih akan terjadi. Kewaspadaan menjadi penting untuk menghindari terus bertambahnya korban dan penyakit ini. (tia)