Omicron XXB Berpotensi Picu Gelombang Infeksi Baru di Indonesia

JagatBisnis.comGejala Omicron XXB mulai banyak bermunculan di Indonesia, bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak menutup kemungkinan gelombang infeksi Covid-19 di Indonesia akan melonjak pada Februari 2023. Hal itu menyusul terdeteksinya varian Omicron XBB di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan risiko peningkatan kasus harus ditanggapi serius oleh semua pihak karena varian Omicron XBB sudah mulai menyebabkan peningkatan kasus di beberapa negara, termasuk Singapura.

“Kita perkirakan gelombang baru Covid-19 akan terjadi Februari mendatang, makanya kita perlu segera mengambil dosis booster,” katanya, Minggu (30/12/2022).

Menurut dia, Omicron XBB menjadi perhatian dunia karena lonjakan kasus di beberapa negara dan sekarang sudah masuk Indonesia. Varian baru ini diduga lebih menular dari varian yang lainnya. Tak hanya itu, Omicron XBB juga menyerang banyak negara.

“Omicron XXB yang disebut juga dengan BA.2.10 telah terdeteksi di beberapa negara, seperti Australia, Bangladesh, Denmark, India, Jepang, Amerika Serikat, dan Thailand. Para ahli mengatakan, Omicron XBB yang lebih menular dari varian lainnya berpotensi menjadi gelombang pandemi baru,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Budi, Omicron XBB tidak menyebabkan penyakit yang begitu membahayakan seperti varian Delta.Meski sangat mudah menular, Omicron XBB lebih sedikit berisiko menyebabkan kematian ketimbang varian Delta. Omicron XBB juga tidak menyebabkan gejala yang buruk. Varian ini tidak membuat angka perawatan intensif meningkat secara signifikan.

“Sejauh ini, Omicron XBB menimbulkan gejala yang ringan, terutama pada orang yang telah mendapat suntikan vaksinasi. Secara umum, dilansir dari situs WHO, inilah gejala Omicron XBB yang mirip dengan gejala Covid-19 pada umumnya. Di antaranya kelelahan, bantuk, sesak napas, demam atau kedinginan, sakit kepala, hilang rasa, sakit tenggorokan, diare, nyeri otot dan tubuh, hidung tersumbat, mual dan muntah,” paparnya.

Budi menambahkan, meski gejalanya tergolong ringan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Karena Omicron XXB lebih menular. Untuk mencegah penularan, lakukan tindakan protokol kesehatan termasuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker, menjaga jarak, membatasi pergerakan, dan melakukan vaksinasi. (*/esa)