Dampak Delta, Tagihan Perawatan Pasien Covid-19 Mencapai Rp100 Triliun

JagatBisnis.com – Tagihan biaya perawatan pasien Covid-19 varian Delta, pada 2021, hampir mencapai Rp100 triliun. Covid-19 varian Delta pada Juli 2021 mengalami lonjakan tertinggi akibat varian Delta. Sehingga jumlah belanja untuk membayar perawatan pasien tersebut sebesar Rp94 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, biaya perawatan pasien Covid-19 akibat varian Delta di 2021 belum tertagih seluruhnya. Sebagian dari total biaya perawatan sekitar Rp94 triliun akan ditagih di anggaran PEN 2022 dengan pagu sebesar Rp455,62 triliun.

“Untuk tagihan biaya perawatan pasien 2021 akan tertagih di Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022, sekitar Rp23 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga :   Corona Delta Plus AY.4.2 Belum Ditemukan di Indonesia

Dibeberkan, anggaran perawatan pasien Covid-19 dalam klaster kesehatan PEN memang cenderung under budgeting. Sehingga realisasinya hampir selalu tinggi. Pada 2022, anggaran PEN kluster kesehatan ditetapkan sebesar Rp122,5 triliun.

Baca Juga :   8 Warga Tangerang Positif Varian Delta Usai Liburan dari Luar Negeri

“Anggaran itu disiapkan untuk bisa fleksibel, jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 sewaktu-waktu,” imbuhnya.

Menurut dia, varian Delta merebak dan memicu lonjakan kasus Covid-19 hingga mencetak rekor berkali-kali. Untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas, pemerintah menerapkan PPKM Darurat dan diubah ke PPKM level 3-4 selama periode Juli-Agustus 2021.

Baca Juga :   Varian Virus AY.4.2 Belum Terbukti Lebih Ganas

“Untuk mendorong kesiapan di sisi kesehatan dan ekonomi masyarakat, pemerintah pun menambah anggaran PEN yang semula berjumlah Rp699,43 triliun, menjadi Rp744,77 triliun. Realisasi anggaran tersebut pada akhir 2021 tidak sampai 90% atau hanya Rp658,6 triliun,” pungkasnya. (*/eva)