Hospitality in Crisis: Bentuk Inovasi JXB dalam Penanganan Pandemi Covid-19

JagatBisnis.com – Kali ini, JXB mengelola sepuluh tower di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, tiga tower di Rusun Pasar Rumput Manggarai dan enam tower di Rusun Nagrak Cilincing. Selain untuk menampung pasien positif Covid-19, program ini menjadi respon terhadap aturan Satgas Covid-19 tentang wajib karantina pelaku perjalanan luar negeri yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru kembali ke tanah air.

Direktur Utama JXB, Novita Dewi menjelaskan pengelolaan hospitality di RSDC Wisma Atlet telah dimulai sejak serah terima yang dilakukan pada 29 September 2021 lalu. Adapun yang termasuk dalam ranah yang dikelola pihaknya diantaranya, housekeeping mencakup kebersihan setiap kamar, area gedung dan taman, dan mechanical electrical yang mencakup keteknikan dan kelistrikan di setiap gedung.

“Kami memberikan pelayanan di 10 tower, yaitu tujuh tower di kawasan Wisma Atlet dan tiga tower karantina PMI di Pademangan.
Sedangkan, pengelolaan Rusun Pasar Rumput telah dilaksanakan pada 20 Oktober 2021 dan Rusun Nagrak pada 13 Desember 2021. Kedua akomodasi tersebut difungsikan sebagai lokasi karantina bagi PMI,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga :   Tower 4 dan 7 Wisma Atlet akan Ditutup karena Pasien COVID-19 Menurun

Menurutnya, program hospitality in crisis merupakan strategi adaptasi perusahaan dalam merespon situasi dan kondisi pandemi dalam dua tahun terakhir, hingga dapat menjadi penunjang kinerja perseroan.

Baca Juga :   Pasien Covid-19 Dipulangkan, Meski Masih Positif

“Dalam kondisi pandemi, kami merasa terhormat telah diajak bergabung dalam program penanganan pandemi dengan skala nasional. Terima kasih atas dukungan dari BNPB dan Kodam Jaya sehingga kami bisa dipercaya untuk mengelola hospitality di RSDC serta fasilitas akomodasi karantina lainnya,” ujar Novita.

Dia menjelaskan, demi mengoptimalisasi pengelolaan karantina dan mengurai penumpukan antrian, pihaknya menyiapkan sebuah sistem informasi komprehensif yang akan membagi penempatan PMI di lokasi-lokasi karantina yang tersedia. Para PMI yang datang, dapat langsung menuju karantina check point Nusa Tangguh Covid-19 untuk mendapatkan slot lokasi karantina melalui barcode yang dapat dipindai.

Baca Juga :   Tingkat Keterisian RS Wisma Atlet Terus Menurun

“Sistem ini juga sudah terintegrasi dengan sistem yang tersedia di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta. Kami juga telah menorehkan berbagai pengalaman dalam kontribusinya pada pandemi Covid-19 lebih dari setahun lalu sejak virus Covid-19 ditemukan di ibu kota. Sejalan dengan core business perusahaan yaitu hospitality, kami menawarkan pelayanan hospitality yang dikhususkan di masa krisis,” terangnya. (jbc/eva)