Firli Sebut Koruptor yang Tertangkap KPK Mengaku Apes

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri

JagatBisnis.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan beberapa koruptor yang tertangkap oleh lembanganya mengaku hanya apes dan bernasib sial. Padahal seharusnya mereka menyesal atas perbuatannya tersebut.

“Saya banyak bertanya bahkan ada para koruptor yang kita tangkap, ada yang mengatakan nasib sial, apes, nah ini yang tidak boleh terjadi,” kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (9/12/2021).

Menurut dia, budaya antikorupsi harus ditanamkan secara dini. Namun pencegahan dan penindakan juga penting dilakukan karena budaya antikorupsi bersifat fundamental.

Baca Juga :   Terkait Penggunaan SMS Blast, Eks Pegawai KPK Laporkan Firli Bahuri

“Kalau kita ingin membangun budaya antikorupsi itu adalah sasaran terakhir bagi kita, tetapi itu sangat fundamental, kenapa saya katakan fundamental? Penindakan itu perlu dan harus kita lakukan, pencegahan itu adalah juga penting, tapi membangun budaya antikorupsi melalui pendidikan itu adalah sangat mendasar,” kata Firli.

Baca Juga :   KPK: 86 Persen Koruptor Berpendidikan Tinggi

Firli mengatakan, sejauh ini KPK sudah menangkap 1.291 pejabat negara. Namun jumlah itu masih sedikit karena banyak potensi korupsi diberbagai sektor.

“Kenapa kita bersemangat ingin untuk melakukan pembangunan budaya antikorupsi karena dari yang kita lihat secara empiris, begitu banyak yang sudah ditangkap, baik KPK sekarang sudah 1.291,” ujarnya.

“Tahun 2021 aja kita sudah tahan orang sampai saat ini sudah 109. Saya yakin bulan 12 tahun 2021 ini akan bertambah,” sambungnya.

Baca Juga :   Firli Bahuri: Usai Revisi UU KPK Jadi Lebih Kuat

Lebih lanjut, Firli menyebut KPK sudah banyak menyelamatkan kerugian negara yang telah dinikmati koruptor. Namun, dia bingung korupsi masih terus terjadi.

“Kerugian negara yang kita selamatkan sudah cukup besar, upaya pencegahan pun kita lakukan, tetapi belum mampu membersihkan Indonesia dari korupsi,” ujarnya.(pia)